SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

Want an easier way to log in?

Log in faster without a password.

Email Magic Link

Use Your Passkey

Or

Log in with your password

Log in without a password

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

APC UPS

  • PRODUK
    • UPS
      • Backup UPS
      • Smart UPS (Line Interactive)
      • Medium-Smart-Online
      • SRT & Li-Ion
      • SMV
    • Power Distribution
      • Rack Power Distribution
    • Data Center Software
      • Monitoring and Control
      • Modelling and Planning
      • Operations
      • Software Services
    • Prefabricated Data Center Modules
      • Cooling Modules
      • Power Modules
      • IT Modules
    • Cooling
      • Room Air Conditioners
      • Close Coupled Air Conditioners
      • Chillers
      • Containment and Air Distribution
      • Modular Access Floor
      • Cooling Distribution and Piping
      • Air Economizers
    • Surge Protection and Power Conditioning
      • Surge Protection Devices
      • Voltage Regulators
    • Networking and Cable Solutions
      • Networking Cables and Adapters
    • Data Centers and Server Rooms and Network Closets
      • InfraStruxure for Server Rooms and Network Closets
      • Modular Systems
    • Symmetra
    • Accessories
      • Mobile Accessories
        • Portable Devices Charger
      • NMC
      • RBC
  • LAYANAN
    • Install
    • Operate
    • Maintenance
    • Battery Replacement Service
    • Renew
    • Extended Warranties
  • Youtube Channel
  • Contact US
  • Reseller APC
  • Blog
HUBUNGI KAMI!
  • Home
  • Blog APC Indonesia
  • Berita
  • 5 Cara Dalam Memilih Merk dan Tipe UPS
 

5 Cara Dalam Memilih Merk dan Tipe UPS

5 Cara Dalam Memilih Merk dan Tipe UPS

by akmal / Senin, 08 Juli 2019 / Published in Berita
5 Cara Memilih Merk dan Tipe UPS

Dalam dunia infrastruktur IT, kebanyakan peralatan bergantung kepada aliran listrik. Apabila ada gangguan atau putusnya sambungan, tentu akan membuat kerugian kepada alat tersebut. Bahkan, yang lebih buruk lagi dapat menciptakan kerugian dalam perusahaan.

Untungnya, seiring dengan perkembangan zaman, muncul sebuah peralatan yang diciptakan khusus untuk menangani masalah tersebut. Peralatan itu kita kenal dengan UPS atau sistem catu daya tak terputus

Untuk memenuhi permintaan pasar akan problem aliran, banyak sekali merk dan tipe UPS yang ada di pasaran. Hal ini membuat  kita  seringkali bingung harus  memilih versi seperti apa yang cocok dengan kebutuhan kita. Maka dari itu , ikuti 5 langkah ini untuk mengetahui UPS yang sesuai dengan kebutuhan!

Apa itu Sistem UPS? 

UPS, secara sederhananya adalah sebuah baterai yang memiliki sistem tertentu untuk tetap menyalurkan tenaga cadangan ketika terjadi masalah pada aliran listrik yang dipasok ke peralatan  yang digunakan. Bahkan, cadangan baterai  ini memiliki kemampuan untuk memasok daya  yang cukup lama bagi kita untuk mematikan peralatan sesuai dengan prosedur ketika daya listrik terputus.

Tujuan dari adanya perangkat ini tentu saja untuk memberikan waktu bagi kita menyimpan data yang dibutuhkan dan mencegah hilangnya data  dan kerusakan yang dialami pada perangkat yang  digunakan. Bukan hanya itu saja, dengan menggunakan UPS, kita  dapat terlindung dari lonjakan arus atau arus yang tidak stabil yang dapat mengurangi usia pakai dari peralatan yang digunakan.

Mengapa Kita membutuhkan UPS? 

Jika terjadi pemadaman listrik, UPS langsung mengalihkan daya ke sumber baterai untuk menyediakan cadangan daya bagi peralatan listrik. Waktu Daya tahan baterai dapat beragam menurut sistem dan tergantung pada seberapa besar daya yang kita  gunakan.

Cadangan baterai memberikan kita  waktu untuk mematikan peralatan yang sensitif, server, atau bahkan video game tanpa kehilangan data atau kemajuan. Sistem UPS yang lebih modern juga memberikan perlindungan tertentu untuk masalah daya lain yang

Apa saja Jenis UPS yang Tersedia? 

Sistem UPS memiliki tiga topologi atau kategori berbeda, berdasarkan pada jenis perlindungan ada Tiga topologi yaitu Standby, Line-Interactive, dan Double-Conversion.

1. Ketahui Problem Tegangan yang dihadapi

Di bawah ini adalah definisi masalah daya yang umum dihadapi oleh peralatan listrik:

  • Surge – Lonjakan listrik yang singkat namun intens, yang biasanya disebabkan oleh petir. Lonjakan dapat merusak dan menghancurkan elektronik, dan “lonjakan listrik” yang intens atau lonjakan tegangan dan arus merusak papan sirkuit dan komponen.
  • Blackout – Pemadaman listrik yang berlangsung mulai dari detik hingga hari. Ini paling sering disebabkan oleh cuaca buruk, kekurangan daya listrik, kecelakaan, dan kegagalan jaringan listrik.
  • Brownout – Penurunan voltase yang disengaja atau tidak disengaja untuk jangka waktu yang lama. Dalam kondisi darurat, perusahaan listrik dapat menurunkan tegangan listrik untuk mengurangi sumber daya tegang dan menghindari pemadaman total.
  • Voltage Sags – Kedip juga merupakan jenis tegangan di bawah, tetapi, tidak seperti brownout, itu tiba-tiba dan singkat.
  • Over Voltage – Terjadi ketika tegangan masuk lebih tinggi dari normal dan berlangsung lebih lama dari lonjakan tetapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai lonjakan atau lonjakan.
  • Derau Frekuensi – Juga dikenal sebagai derau saluran, derau frekuensi dapat mengganggu atau menurunkan kinerja sirkuit dengan menyuntikkan kelainan ke dalam sistem.
  • Variasi Frekuensi – Bukan masalah umum ketika pasokan listrik stabil, tetapi dapat terjadi saat menggunakan generator dan frekuensi daya berfluktuasi lebih dari yang diinginkan.
  • Harmonic Distortion – Penyimpangan dari sinyal listrik ideal pada sumber daya yang diberikan

Untuk penjelasan lengkapnya, lihat artikel tentang masalah tegangan listrik pada artikeli ini.

2. Ketahui Kapasitas dan Spesifikasi UPS yang  diperlukan? 

Untuk membuat UPS  beroperasi dengan baik, kita harus memilik UPS yang cukup besar untuk mendukung berbagai peralatan yang terhubung  dengannya. Temukan kapasitas UPS yang sesuai dengan peralatan elektronik yang digunakan. Semakin tinggi kapasitas, tentu semakin banyak elektronik, dan perangkat yang dapat didukung oleh sebuah UPS.

Untuk menentukan kapasitas UPS yanng diperlukan, hitung dan buatlah daftar beban dari peralatan listrik yang ingin digunakan pada UPS.  Beban adalah jumlah gabungan dari kekuatan masing-masing penggunaan perangkat.

Setelah itu, hitung jumlah kabel daya yang diperlukan agar UPS memiliki jumlah outlet listrik yang cukup untuk dihubungkan.

3. Berapa Lama Cadangan Waktu yang dibutuhkan?

Ketika kita sudah mengetahui tegangan dan spesifikasi yang diperlukan, kini waktunya untuk memikirkan apa saja tujuan menggunakan perangkat UPS. Biasanya, kebanyakan mennggunakan UPS untuk mengatasi gangguan daya, dan mematikan perangkat dengan normal ketika terjadi pemadaman listrik.

Setelah mengetahui hal itu kita akan mendapatkan waktu runtime. Yaitu jumlah menit ups yang mendukung perangkat tersebut selama pemadaman. Anda dapat memilih ups yang memiliki runtime minimum dengan yang anda telah dihitung.

Ingatlah bahwa jumlah watt yang didukung memengaruhi runtime: semakin kecil beban watt yang terhubung, semakin lama baterai akan bertahan. Semakin besar beban watt, semakin pendek runtime.

4. Tentukan bentuk UPS yang diinginkan 

Bentuk sebuah UPS menentukan juga peruntukannya. Di pasaran, kita mengenal ada tiga jenis UPS berdasarkan bentuknya, yaitu desktop, Mini-Tower atau Compact Tower, dan Rackmount.

Desktop atau UPS yang lebih simpel dapat digunakan di bawah meja. Sementara bentuk Tower atau mini tower akan memiliki desain estetika ketika diletakkan di atas meja. Sementara Rackmount dikhususkan untuk pengadaan UPS di ruang server atau data center. .

5. Memilih UPS di tempat yang tepat

Setelah mendapatkan hal-hal ddi atas, maka kini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk mulai melakukan pencarian produk UPS yang dibutuhan. Di pasaran, tersedia berbagai merk UPS dari mulai yang ternama sampai yang kurang terkenal. Ketika Anda kesulitan untuk memutuskan, jangan ragu untuk segera menghubungi kami, APCindonesia.id yang siap untuk memberikan Anda rekomendasi UPS yang sesuai dengan kebutuhan dan budget perusahaan Anda.

Segera klik link di awah ini untuk terhubung dengan kami.

  • Tweet
Tagged under: baterai, catu daya, daya, pemadaman, penyimpanan, shut down, Standby, UPS, watt

About akmal

What you can read next

Single VS Three Phase UPS, Apa Perbedaannya? Simak Artikel Ini
Thumbnail_Seri_UPS_APC
Memahami Seri UPS APC: SMV, SRV, SMC, SMT, dan SRT – Mana yang Harus Dipilih?
Hindari Risiko Gangguan Listrik dengan UPS

Recent Posts

  • Pahami Fungsi MCB dan Contactor Schneider Electric

    Kalau kamu bekerja di bidang IT infrastructure,...
  • APC Easy UPS On-Line SRV15KRILRK UPS 15kVA

    Kalau kamu lagi sizing UPS untuk server room sk...
  • Mengenal Perbedaan Jenis PDU APC

    Dalam pengelolaan pusat data atau ruang server,...
  • Thumbnail_Seri_UPS_APC

    Memahami Seri UPS APC: SMV, SRV, SMC, SMT, dan SRT – Mana yang Harus Dipilih?

    Memilih UPS yang tepat sangat penting untuk mem...
  • Thumbnail_Transfer_Time

    Memahami Transfer Time pada UPS

    Saat listrik tiba-tiba padam, perangkat seperti...



HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA

Isi formulir di bawah ini dan kami akan segera menghubungi Anda!

HUBUNGI KAMI

(021) 5358719 (direct line)
Email: sales@upsapc.id

SUPPORT

AKR Tower - Jl. Panjang no. 5,
Jakarta 11530 Indonesia

Open in Google Maps

SALES & MARKETING

PT. Jespro Network Rent

Jl. Kebon Jeruk Raya Komp. Kebon Jeruk Permai
Office Blok C No. 17 Jakarta 11530 Indonesia

APC UPS

© 2023 All rights reserved. By Jespro Network Rent.

TOP