SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

Want an easier way to log in?

Log in faster without a password.

Email Magic Link

Use Your Passkey

Or

Log in with your password

Log in without a password

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

APC UPS

  • PRODUK
    • UPS
      • Easy UPS
      • Easy UPS 3S
      • Easy UPS 3M
      • Easy UPS 3L
      • Easy UPS 3 Phase Modular
      • Easy UPS 3S Pro
      • Backup UPS
      • Back UPS Pro
      • Smart UPS (Line Interactive)
      • Medium-Smart-Online
      • SRT & Li-Ion
      • SMV
    • Power Distribution
      • Rack Power Distribution
    • Data Center Software
      • Monitoring and Control
      • Modelling and Planning
      • Operations
      • Software Services
    • Prefabricated Data Center Modules
      • Cooling Modules
      • Power Modules
      • IT Modules
    • Cooling
      • Room Air Conditioners
      • Close Coupled Air Conditioners
      • Chillers
      • Containment and Air Distribution
      • Modular Access Floor
      • Cooling Distribution and Piping
      • Air Economizers
    • Surge Protection and Power Conditioning
      • Surge Protection Devices
      • Voltage Regulators
    • Networking and Cable Solutions
      • Networking Cables and Adapters
    • Data Centers and Server Rooms and Network Closets
      • InfraStruxure for Server Rooms and Network Closets
      • Modular Systems
    • Symmetra
    • Accessories
      • Mobile Accessories
        • Portable Devices Charger
      • NMC
      • RBC
  • LAYANAN
    • Install
    • Operate
    • Maintenance
    • Battery Replacement Service
    • Renew
    • Extended Warranties
  • Youtube Channel
  • Contact US
  • Reseller APC
  • Blog
HUBUNGI KAMI!
  • Home
  • Berita
  • Archive from category "Berita"
 

Category: Berita

UPS Overload: Dampak Buruk dan Cara Mencegahnya

Jumat, 14 Agustus 2026 by Davin

Memahami Kondisi UPS Overload dan Risikonya

UPS atau Uninterruptible Power Supply merupakan perangkat krusial dalam menjaga stabilitas daya sistem IT. Namun, banyak pengguna mengabaikan batas kapasitas beban yang mampu ditampung oleh perangkat tersebut. Fenomena UPS overload menjadi ancaman nyata yang sering kali terabaikan hingga akhirnya menyebabkan masalah serius pada infrastruktur bisnis Anda.

Kondisi overload terjadi ketika total kebutuhan daya dari perangkat yang terhubung melampaui kapasitas VA (Volt-Ampere) atau Watt yang dimiliki UPS. Saat hal ini terjadi, UPS tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung daya. Oleh karena itu, memahami tanda dan dampak dari kelebihan beban sangatlah penting bagi setiap administrator IT.

Apa Itu UPS Overload?

Secara teknis, UPS overload adalah kondisi di mana tarikan arus listrik perangkat melebihi kemampuan desain UPS. Ketika beban melampaui batas, sistem proteksi internal akan aktif. Sebagai contoh, unit UPS sering kali memberikan sinyal berupa alarm nyaring atau lampu indikator berwarna merah sebagai peringatan bagi pengguna.

Apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus, UPS akan mengalami tekanan kerja yang ekstrem. Pada kondisi overload yang berat, pemutus sirkuit atau circuit breaker pada UPS akan memutus aliran listrik secara paksa. Hal ini tentu menjadi kontraproduktif karena tujuan utama menggunakan UPS adalah agar perangkat tetap menyala saat terjadi gangguan listrik.

Dampak Buruk Jika UPS Mengalami Overload

Mengabaikan peringatan kapasitas dapat membawa konsekuensi yang merugikan. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang muncul ketika UPS mengalami kelebihan beban secara berkelanjutan:

1. Alarm Berbunyi Terus-Menerus

Peringatan pertama yang paling umum adalah bunyi alarm yang mengganggu. Hal ini merupakan cara UPS memberitahu pengguna untuk segera mengurangi beban. Jangan abaikan suara ini, karena ini adalah indikasi bahwa UPS berada dalam ambang batas keamanan yang kritis.

2. Penurunan Durasi Backup (Runtime)

Semakin besar beban yang ditanggung, semakin cepat energi baterai terkuras saat listrik padam. Akibatnya, runtime atau durasi cadangan daya menjadi sangat pendek. Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan shutdown sistem secara aman pada server atau perangkat jaringan.

3. Peningkatan Suhu Komponen Internal

Beban yang tinggi memaksa inverter dan komponen elektronik internal bekerja ekstra keras. Proses ini menghasilkan panas berlebih (overheat) yang signifikan di dalam unit UPS. Panas adalah musuh utama perangkat elektronik, karena dapat mempercepat kerusakan komponen, menurunkan efisiensi konversi daya, dan bahkan memicu risiko kebakaran.

4. Risiko Terjadinya Downtime

Tujuan utama UPS adalah mencegah perangkat mati tiba-tiba. Namun, saat UPS overload, perangkat tersebut justru tidak mampu menahan beban saat beralih ke mode baterai. Akibatnya, server, storage, atau perangkat jaringan akan langsung mati (down), yang berpotensi menyebabkan kerusakan data dan kerugian finansial yang besar bagi perusahaan.

5. Penurunan Umur Baterai

Baterai UPS yang terus bekerja pada beban maksimal akan mengalami stres tinggi. Siklus pengosongan daya yang berat akan menurunkan kapasitas kimiawi baterai lebih cepat dari seharusnya. Akibatnya, biaya operasional pemeliharaan meningkat karena Anda harus mengganti baterai lebih sering.

Cara Efektif Mencegah Masalah UPS Overload

Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani kerusakan akibat overload. Langkah-langkah berikut sangat disarankan untuk menjaga performa sistem Anda:

  • Hitung Total Beban: Lakukan kalkulasi daya yang akurat dari setiap perangkat yang akan dihubungkan ke UPS.
  • Berikan Margin Keamanan: Selalu sisakan kapasitas cadangan sekitar 20% dari total kapasitas UPS untuk mengantisipasi lonjakan beban atau ekspansi di masa depan.
  • Monitoring Secara Rutin: Gunakan fitur manajemen UPS untuk memantau penggunaan daya secara berkala.
  • Evaluasi Penambahan Perangkat: Sebelum memasang server atau perangkat IT baru, pastikan kapasitas UPS masih mencukupi.
  • Gunakan UPS yang Sesuai: Jika beban terus bertambah, segera lakukan upgrade ke unit UPS dengan kapasitas yang lebih besar.

Kesimpulan

Menjaga beban UPS tetap dalam batas normal adalah kunci utama keandalan infrastruktur IT Anda. UPS overload tidak hanya mengganggu operasional melalui alarm, tetapi juga memperpendek usia baterai dan meningkatkan risiko downtime yang fatal. Dengan melakukan perencanaan kapasitas dan pemantauan yang tepat, Anda memastikan aset digital perusahaan tetap terlindungi dengan optimal.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

backup dayaManajemen DayaPeralatan ITServer InfrastructureTips UPSUPS Overload
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating untuk Performa

Selasa, 11 Agustus 2026 by Davin

Pentingnya Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating

Dalam dunia infrastruktur IT, menjaga kestabil, perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply) memegang peranan yang sangat krusial. Sistem ini menjaga server, perangkat jaringan, hingga sistem produksi tetap beroperasi normal saat terjadi gangguan listrik. Namun, banyak perusahaan sering mengabaikan cara Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating dengan benar. Padahal, performa perangkat tidak hanya bergantung pada kapasitas, tetapi juga pada distribusi beban listrik yang efisien.

Masih banyak tim IT yang menghubungkan seluruh perangkat ke satu unit UPS secara serampangan. Kondisi ini sering memicu peningkatan suhu kerja komponen internal secara drastis. Akibatnya, performa UPS menurun dan risiko kegagalan sistem meningkat tajam. Oleh karena itu, mari kita bedah mengapa pengelolaan beban menjadi kunci utama keandalan infrastruktur Anda.

Mengapa Distribusi Beban Sangat Penting?

Setiap perangkat UPS dirancang untuk beroperasi pada rentang kapasitas tertentu. Ketika beban terkonsentrasi terlalu padat, inverter dan sistem elektronik akan bekerja jauh lebih keras dari seharusnya. Inilah yang menyebabkan panas berlebih atau overheating pada komponen inti.

Schneider Electric selalu menyarankan agar pengguna tidak mengoperasikan UPS pada kapasitas maksimum secara terus-menerus. Menyediakan ruang cadangan atau headroom sangat membantu menjaga efisiensi kerja mesin. Sebagai panduan praktis, menjaga beban sekitar 80% dari total kapasitas adalah titik operasi yang ideal. Dengan menjaga rasio ini, Anda sekaligus memberikan ruang bagi lonjakan beban (inrush current) yang mungkin terjadi.

Dampak Buruk Jika UPS Terlalu Panas

Mengabaikan pentingnya membagi beban UPS agar tidak overheating dapat berakibat fatal bagi investasi IT Anda. Berikut adalah beberapa risiko nyata yang sering muncul di lingkungan data center:

  • Efisiensi Menurun: Komponen yang panas kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan optimal.
  • Usia Komponen Pendek: Sirkuit elektronik akan lebih cepat aus karena paparan suhu tinggi yang konstan.
  • Kipas Bekerja Keras: Kipas pendingin akan berputar maksimal, yang justru meningkatkan konsumsi daya.
  • Baterai Cepat Rusak: Baterai adalah komponen paling sensitif terhadap suhu panas tinggi.
  • Risiko Alarm: Sistem akan sering memunculkan notifikasi fault akibat beban yang tidak stabil.

Cara Membagi Beban UPS dengan Benar

Langkah preventif adalah kunci untuk menghindari kegagalan sistem. Berikut adalah strategi yang dapat Anda terapkan segera:

1. Kelompokkan Perangkat Berdasarkan Prioritas

Anda harus memisahkan perangkat kritikal dari perangkat pendukung. Pastikan UPS utama hanya menampung perangkat krusial seperti server, storage, firewall, dan core switch. Perangkat non-kritis sebaiknya menggunakan jalur distribusi daya yang berbeda untuk mengurangi beban pada unit UPS utama.

2. Sisakan Kapasitas untuk Pertumbuhan

Selalu sediakan kapasitas ekstra pada UPS Anda. Hal ini tidak hanya menjaga suhu tetap rendah, tetapi juga memberikan fleksibilitas saat perusahaan menambah perangkat baru di masa depan. Jangan biarkan UPS beroperasi di batas maksimum sejak hari pertama instalasi.

3. Lakukan Audit Beban Secara Berkala

Infrastruktur IT bersifat dinamis dan terus berubah. Lakukan audit beban minimal enam bulan sekali untuk memastikan bahwa kapasitas UPS masih relevan dengan kondisi aktual. Dengan audit, Anda bisa mendeteksi lebih awal jika ada potensi overloading sebelum benar-benar terjadi kerusakan.

Keunggulan Fitur Monitoring pada UPS APC

Mengapa banyak ahli merekomendasikan APC by Schneider Electric? UPS APC dilengkapi dengan fitur canggih seperti LCD Display interaktif, SmartConnect, dan Network Management Card. Fitur-fitur ini memungkinkan administrator memantau beban secara real-time langsung dari dasbor.

Melalui data tersebut, Anda dapat merencanakan distribusi daya dengan jauh lebih akurat. Membagi beban UPS agar tidak overheating menjadi jauh lebih mudah ketika Anda memiliki visibilitas penuh terhadap konsumsi listrik setiap detiknya.

Kesimpulan

Membagi beban dengan benar bukan sekadar teknik pengaturan kabel, melainkan strategi menjaga keberlangsungan bisnis. Dengan menjaga beban tetap optimal, Anda memperpanjang usia baterai, mengurangi risiko downtime, dan memastikan sistem IT perusahaan tetap andal dalam jangka panjang.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

data centerEfisiensi Energiinfrastruktur ITManajemen DayaOverheating UPSUPS APC
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC Easy UPS Online SRV10KRIRK

Rabu, 08 Juli 2026 by Davin
SRV10KRIRK

Dalam lingkungan bisnis modern, gangguan listrik bukan hanya menyebabkan perangkat mati secara tiba-tiba, tetapi juga dapat mengakibatkan kehilangan data, downtime operasional, hingga kerugian finansial. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan UPS (Uninterruptible Power Supply) yang mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap infrastruktur IT.

Salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk kebutuhan server room dan data center adalah APC Easy UPS Online SRV10KRIRK. UPS rackmount ini memiliki kapasitas 10kVA / 10kW, menggunakan teknologi Double Conversion Online, serta dirancang untuk memberikan suplai daya yang stabil bahkan pada kondisi kelistrikan yang kurang ideal. Schneider Electric juga melengkapinya dengan LCD Display, Intelligent Card Slot, dan efisiensi tinggi melalui ECO Mode.

Mengapa Memilih APC SRV10KRIRK?

Berbeda dengan UPS line interactive, SRV10KRIRK menggunakan teknologi Double Conversion Online. Pada sistem ini, daya listrik yang masuk akan diproses terlebih dahulu sebelum disalurkan ke perangkat sehingga menghasilkan tegangan yang stabil dan Pure Sine Wave.

Teknologi ini sangat penting untuk melindungi perangkat sensitif seperti:

  • Server
  • Storage
  • Virtualisasi
  • Switch Core
  • Firewall
  • Sistem Telekomunikasi
  • Peralatan Data Center

Dengan metode ini, beban tetap menerima suplai listrik yang konsisten tanpa waktu perpindahan (transfer time) ketika terjadi pemadaman listrik.

Kapasitas 10kVA / 10kW yang Siap Mendukung Beban Besar

Salah satu keunggulan SRV10KRIRK adalah faktor daya (power factor) 1.0, sehingga mampu menyediakan daya aktif hingga 10.000 Watt. Artinya, kapasitas UPS dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melindungi berbagai perangkat IT tanpa kehilangan kemampuan akibat faktor daya yang rendah. Hal ini menjadikan SRV10KRIRK cocok digunakan pada ruang server dengan beban tinggi maupun infrastruktur bisnis yang membutuhkan kontinuitas operasional.

Desain Rackmount 4U yang Menghemat Ruang

SRV10KRIRK menggunakan desain Rackmount 4U dan telah dilengkapi rail kit, sehingga pemasangan di rack server menjadi lebih mudah dan rapi.

Desain rackmount memberikan beberapa keuntungan:

  • Mengoptimalkan penggunaan ruang rack.
  • Memudahkan manajemen kabel.
  • Menjadikan ruang server lebih profesional.
  • Mendukung ekspansi perangkat IT di masa mendatang.

Bagi perusahaan yang sedang membangun server room atau data center, penggunaan UPS rackmount sering menjadi pilihan dibanding model tower karena lebih efisien dari sisi tata letak.

Intelligent Card Slot untuk Monitoring

SRV10KRIRK telah dilengkapi Intelligent Card Slot yang memungkinkan penambahan kartu komunikasi sesuai kebutuhan. Dengan kartu manajemen jaringan yang kompatibel, administrator dapat melakukan monitoring UPS secara jarak jauh, menerima notifikasi ketika terjadi gangguan, serta memantau kondisi UPS secara real-time. Fitur ini membantu meningkatkan pengelolaan infrastruktur IT secara lebih proaktif.

Efisiensi Tinggi dengan ECO Mode

Selain memberikan perlindungan maksimal, APC juga membekali SRV10KRIRK dengan Energy Saving ECO Mode. Ketika kualitas listrik berada dalam kondisi normal, UPS dapat beroperasi dengan efisiensi yang lebih tinggi tanpa mengurangi tingkat perlindungan terhadap perangkat. Pendekatan ini membantu perusahaan mengurangi konsumsi energi sekaligus menjaga biaya operasional tetap efisien.

Dukungan Layanan Instalasi dan Maintenance

Memilih UPS yang tepat hanyalah langkah awal. Agar sistem bekerja optimal, proses instalasi, commissioning, dan preventive maintenance juga harus dilakukan secara benar. Melalui JPower, perusahaan dapat memperoleh konsultasi pemilihan UPS sesuai kapasitas beban, kami menyediakan layanan instalasi, preventive maintenance, hingga penggantian baterai untuk berbagai tipe UPS APC. Untuk kebutuhan baterai pengganti, Anda juga dapat mempelajari berbagai solusi melalui kami agar performa UPS tetap terjaga selama masa operasional.

Masih bingung menentukan apakah SRV10KRIRK sesuai dengan kebutuhan server atau data center Anda? Tim engineer kami siap membantu mulai dari perhitungan kapasitas UPS, pemilihan model yang tepat, instalasi, commissioning, hingga preventive maintenance.

APC UPS OnlineDouble Conversion UPSRackmount UPS 4USchneider Electric UPSSRV10KRIRKUPS data centerUPS Online APCUPS Rackmount 10kVA
Read more
  • Published in Berita
No Comments

AI Server Membutuhkan UPS Seperti Apa?

Rabu, 08 Juli 2026 by Davin
Thumbnail_AI_Server

Artificial Intelligence (AI) bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari operasional bisnis saat ini. Banyak perusahaan mulai mengimplementasikan AI untuk analisis data, machine learning, computer vision, hingga chatbot yang membutuhkan server dengan performa tinggi. Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi tersebut, konsumsi daya listrik juga ikut meningkat sehingga pemilihan UPS (Uninterruptible Power Supply) menjadi aspek penting dalam menjaga ketersediaan sistem.

Server AI umumnya menggunakan GPU berperforma tinggi seperti NVIDIA atau AMD Instinct yang mampu mengonsumsi daya ratusan hingga ribuan watt per perangkat. Ketika listrik padam atau terjadi fluktuasi tegangan, risiko kehilangan proses komputasi, kerusakan data, bahkan kerusakan perangkat menjadi jauh lebih besar dibanding server konvensional. Oleh karena itu, penggunaan UPS yang tepat merupakan investasi untuk menjaga kontinuitas operasional bisnis.

Mengapa AI Server Membutuhkan UPS Berkualitas?

Tidak seperti server biasa, AI server sering menjalankan proses training model yang dapat berlangsung selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Gangguan listrik beberapa detik saja dapat menghentikan proses tersebut dan mengharuskan pekerjaan dimulai kembali. UPS berfungsi memberikan daya sementara ketika listrik utama terputus sekaligus menjaga kualitas tegangan agar perangkat tetap menerima suplai listrik yang stabil.

Beberapa manfaat penggunaan UPS untuk AI Server antara lain:

  • Mengurangi risiko downtime.
  • Melindungi GPU, CPU, storage, dan networking dari lonjakan tegangan.
  • Memberikan waktu untuk proses shutdown otomatis.
  • Menjaga integritas data dan hasil komputasi.
  • Mendukung ketersediaan layanan (high availability).

Kriteria UPS yang Tepat untuk AI Server

1. Menghasilkan Pure Sine Wave

Server enterprise modern menggunakan Active Power Factor Correction (Active PFC). Perangkat seperti ini membutuhkan gelombang listrik sinus murni agar dapat bekerja secara optimal. UPS APC menghasilkan Pure Sine Wave Output sehingga kompatibel dengan server AI, storage, maupun perangkat jaringan kelas enterprise. Hal ini membantu menjaga stabilitas sistem ketika UPS beralih menggunakan daya baterai.

2. Kapasitas Memiliki Cadangan

Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih UPS berdasarkan beban saat ini. Padahal AI infrastructure umumnya berkembang cukup cepat. Saat ini mungkin hanya menggunakan satu GPU server, namun beberapa bulan kemudian dapat bertambah menjadi dua atau tiga server. Idealnya kapasitas UPS masih memiliki cadangan sekitar 20–30% agar UPS tidak selalu bekerja pada beban maksimum. Jika Anda masih menentukan kapasitas UPS yang sesuai, tim engineer di JPower dapat membantu melakukan perhitungan berdasarkan total beban perangkat dan kebutuhan backup time.

3. Monitoring Secara Real-Time

Data center modern tidak lagi mengandalkan pengecekan manual. UPS generasi terbaru dari APC telah dilengkapi fitur NMC dan Ecostruxure IT yang memungkinkan administrator memonitor kondisi UPS secara online, menerima notifikasi ketika terjadi gangguan, serta mengetahui kondisi baterai sebelum terjadi kegagalan. Monitoring seperti ini sangat membantu perusahaan yang memiliki banyak server maupun kantor cabang.

Pentingnya Efisiensi Energi

Selain kapasitas, efisiensi energi juga menjadi perhatian utama. AI workload memiliki konsumsi daya yang tinggi sehingga setiap kehilangan energi akan meningkatkan biaya operasional data center. UPS modern memiliki efisiensi yang lebih baik sehingga membantu menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi tingkat perlindungan perangkat IT. Schneider Electric juga menekankan pentingnya efisiensi daya dan manajemen energi sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur AI dan data center modern.

Jangan Lupakan Perawatan UPS

UPS yang baik tetap membutuhkan pemeriksaan berkala. Komponen seperti baterai memiliki umur pakai tertentu sehingga perlu dilakukan pengecekan kapasitas, tegangan, serta kondisi fisiknya secara rutin. Melalui layanan Battery Health Check dan Preventive Maintenance, perusahaan dapat mengetahui kondisi UPS sebelum terjadi kegagalan yang berpotensi menyebabkan downtime. Informasi mengenai penggantian baterai UPS juga dapat dipelajari melalui bateraiups.com dan upsbattery.id, terutama untuk mengetahui kapan baterai perlu diganti agar performa UPS tetap optimal.

Rekomendasi UPS APC untuk AI Infrastructure

Pemilihan UPS sangat bergantung pada total daya perangkat yang akan dilindungi. Untuk kebutuhan server rack maupun AI workstation, UPS APC merupakan salah satu pilihan yang banyak digunakan karena menawarkan:

  • Pure Sine Wave Output.
  • Automatic Voltage Regulation (AVR) pada model tertentu.
  • SmartConnect untuk monitoring jarak jauh.
  • Network Management melalui SmartSlot pada model yang mendukung.
  • Efisiensi tinggi.
  • Dukungan ekosistem Schneider Electric.

Informasi lengkap mengenai berbagai tipe APC Smart-UPS dapat ditemukan di apc-ups.id maupun upsapc.id sehingga memudahkan perusahaan menentukan model yang paling sesuai.

AI akan terus menjadi bagian penting dalam transformasi digital perusahaan. Namun, performa AI server tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi GPU atau prosesor, melainkan juga oleh kualitas infrastruktur kelistrikan yang mendukungnya.

Menggunakan UPS yang tepat membantu menjaga keberlangsungan operasional, mengurangi risiko kehilangan data, serta melindungi investasi perangkat IT yang nilainya tidak sedikit.

Apabila perusahaan Anda sedang merencanakan implementasi AI server, modernisasi data center, atau membutuhkan konsultasi mengenai sistem UPS, sebaiknya lakukan perhitungan kapasitas sejak awal agar solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun pengembangan di masa mendatang. Butuh UPS untuk AI Server atau Infrastruktur Data Center? Hubungi tim kami sekarang untuk mendapatkan rekomendasi UPS yang sesuai dengan kebutuhan infrastruktur AI perusahaan Anda.

AI InfrastructureUPS AI ServerUPS data centerUPS Pure Sine WaveUPS Schneider ElectricUPS Server
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Perbedaan VA dan Watt pada UPS yang Wajib Dipahami

Jumat, 12 Juni 2026 by Davin
Thumbnail_Perbedaan_VA_dan_Watt

Saat memilih UPS, banyak pengguna hanya melihat angka kapasitas tanpa memahami perbedaan antara VA (Volt Ampere) dan Watt. Akibatnya, UPS yang dibeli sering kali tidak mampu menopang beban yang sebenarnya dibutuhkan.

Padahal, memahami perbedaan VA dan Watt sangat penting sebelum menentukan kapasitas UPS untuk server, komputer, maupun perangkat jaringan.

VA atau Volt Ampere merupakan satuan daya semu (apparent power), sedangkan Watt merupakan satuan daya nyata (real power) yang benar-benar digunakan oleh perangkat.

Pada UPS, kedua angka ini biasanya ditampilkan bersamaan. Sebagai contoh, sebuah UPS dapat memiliki spesifikasi:

  • 3000 VA
  • 2700 Watt

Angka 3000 VA menunjukkan kapasitas total UPS, sedangkan 2700 Watt menunjukkan daya aktual yang dapat digunakan oleh beban.

Perbedaan ini disebabkan oleh faktor yang disebut Power Factor (PF). Pada UPS modern, power factor umumnya berada di kisaran 0,8 hingga 1,0.

Rumus sederhananya:

Watt = VA × Power Factor

Contoh: 3000 VA × 0,9 = 2700 Watt

Karena itu, ketika menghitung kebutuhan UPS untuk server atau perangkat IT, yang lebih penting diperhatikan adalah nilai Watt, bukan hanya VA. Sebagai ilustrasi, jika total beban server mencapai 2000 Watt, maka UPS 2000 VA belum tentu cukup. Anda harus memastikan kapasitas Watt dari UPS lebih besar dibandingkan total beban yang akan dipasang.

Kesalahan memahami VA dan Watt sering menyebabkan UPS overload, alarm terus-menerus, hingga backup time yang lebih pendek dari perkiraan. Untuk lingkungan server dan data center, disarankan menyediakan cadangan kapasitas sekitar 20–30% agar UPS tetap bekerja optimal dan memiliki ruang untuk ekspansi perangkat di masa depan. Memahami perbedaan VA dan Watt akan membantu perusahaan memilih UPS yang tepat, menghindari pemborosan anggaran, sekaligus menjaga keandalan sistem saat terjadi gangguan listrik.

Masih bingung menentukan kapasitas UPS yang sesuai kebutuhan? Tim upsapc.id siap membantu menghitung beban dan merekomendasikan UPS APC yang tepat untuk bisnis Anda.

cara menghitung UPSkapasitas UPSperbedaan VA dan Wattpower factor UPSVA vs Watt UPS
Read more
  • Published in Berita
No Comments

AP9544 Network Monitoring Card APC Easy UPS Online

Jumat, 12 Juni 2026 by Davin
AP9544

Banyak perusahaan sudah menggunakan UPS untuk melindungi server, switch, storage, maupun perangkat jaringan penting. Namun, tidak sedikit yang masih mengandalkan pengecekan manual untuk mengetahui kondisi UPS. Ketika terjadi alarm atau gangguan, tim IT sering terlambat mengetahui masalah sehingga berpotensi menyebabkan downtime.

Untuk mengatasi hal tersebut, Schneider Electric menyediakan AP9544 Network Management Card (NMC3) yang dirancang untuk UPS seri Easy UPS Online. Perangkat ini memungkinkan administrator memantau dan mengelola UPS dari jarak jauh melalui jaringan tanpa harus berada di lokasi UPS.

Dengan AP9544, tim IT dapat melihat berbagai informasi penting seperti:

  • Status UPS secara real-time
  • Kondisi baterai
  • Tegangan input dan output
  • Persentase beban UPS
  • Riwayat event dan alarm
  • Notifikasi gangguan

Salah satu manfaat terbesar dari AP9544 adalah kemampuan monitoring melalui web browser dan protokol jaringan standar. Hal ini memudahkan administrator untuk memantau UPS yang berada di kantor cabang, data center, maupun lokasi remote.

Selain monitoring, AP9544 juga mendukung integrasi dengan software manajemen dan sistem monitoring jaringan. Ketika terjadi gangguan listrik atau baterai UPS mulai melemah, sistem dapat mengirimkan notifikasi otomatis sehingga tindakan dapat dilakukan lebih cepat.

Bagi perusahaan yang memiliki server kritikal, AP9544 juga membantu proses graceful shutdown menggunakan software yang kompatibel. Dengan demikian, risiko kehilangan data akibat pemadaman listrik dapat diminimalkan.

Dalam lingkungan bisnis modern yang mengandalkan ketersediaan sistem 24 jam, kemampuan monitoring UPS secara remote bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan operasional yang penting.

Spesifikasi AP9544

Spesifikasi Detail
Model AP9544
Tipe Network Management Card 3 (NMC3)
Fungsi Monitoring dan Manajemen UPS
Komunikasi Ethernet Network
Monitoring Web Interface, SNMP
Notifikasi Event dan Alarm
Kompatibilitas Easy UPS Online tertentu
Aplikasi Server Room, Data Center, Cabang

Sumber data: Schneider Electric

Butuh AP9544 untuk monitoring UPS APC secara remote? Tim upsapc.id siap membantu pengadaan, instalasi, konfigurasi, dan integrasi sistem monitoring UPS sesuai kebutuhan perusahaan Anda.

AP9544monitoring UPS APCNetwork Management Card APCNMC3 Schneider Electricremote monitoring UPS
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Pentingnya UPS untuk Sistem CCTV Anda

Selasa, 19 Mei 2026 by Davin
Thumbnail_Sistem_CCTV

Sistem CCTV dipasang untuk satu tujuan utama: memastikan keamanan properti terpantau setiap saat. Namun ada satu celah yang sering diabaikan apa yang terjadi ketika listrik tiba-tiba padam?

Tanpa sumber daya cadangan, seluruh sistem CCTV akan mati seketika. Kamera berhenti merekam, DVR atau NVR kehilangan daya, dan rekaman saat kejadian kritis bisa hilang begitu saja. Justru di momen itulah sistem keamanan paling dibutuhkan.

Mengapa CCTV Rentan Saat Listrik Padam?

Berbeda dengan lampu atau AC yang matinya tidak berdampak langsung pada keamanan, CCTV adalah sistem yang harus aktif terus-menerus. DVR dan NVR menyimpan rekaman secara real-time. Saat listrik mati mendadak tanpa prosedur shutdown yang benar, perangkat ini berisiko mengalami kerusakan data, bahkan kerusakan hardware permanen akibat lonjakan tegangan saat listrik kembali menyala.

Peran UPS dalam Sistem CCTV

UPS atau Uninterruptible Power Supply bekerja sebagai jembatan daya antara listrik PLN dan perangkat CCTV. Saat listrik utama padam, UPS langsung mengambil alih tanpa jeda kamera tetap merekam, DVR tetap menyimpan data, dan sistem keamanan tetap berjalan normal.

Selain itu, UPS yang dilengkapi fitur Automatic Voltage Regulation (AVR) juga melindungi perangkat dari fluktuasi tegangan yang sering terjadi sebelum dan sesudah pemadaman salah satu penyebab utama kerusakan DVR dan NVR.

Berapa Lama UPS Bisa Menopang Sistem CCTV?

Durasi backup tergantung pada kapasitas UPS dan total konsumsi daya perangkat CCTV. Untuk sistem CCTV standar dengan 8–16 kamera dan satu DVR, UPS berkapasitas 1000–3000VA umumnya sudah mampu memberikan backup 15–60 menit cukup untuk menunggu listrik kembali atau melakukan shutdown yang aman.

Untuk kebutuhan backup lebih lama, dapat memilih UPS dengan dukungan external battery pack.

Pilih UPS yang Tepat untuk CCTV

Tidak semua UPS cocok untuk sistem CCTV. Pastikan memilih UPS dengan output pure sine wave agar DVR dan NVR bekerja optimal, serta dilengkapi proteksi surge untuk mencegah kerusakan akibat lonjakan tegangan.

upsapc.id menyediakan solusi UPS APC terbaik untuk sistem CCTV, keamanan gedung, hingga infrastruktur IT di seluruh Indonesia. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim kami dan dapatkan rekomendasi produk yang paling sesuai.

APC UPS CCTVbackup daya CCTVUPS CCTVUPS DVR NVRUPS kamera keamanan Indonesia
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC Smart-UPS Online SRT Series: Kapasitas dan Keunggulannya

Selasa, 19 Mei 2026 by Davin
Thumbnail_SRT_Series

Ketika memilih UPS untuk kebutuhan bisnis atau data center, APC Smart-UPS Online SRT Series sering menjadi pilihan utama para profesional IT. Alasannya sederhana, seri ini dirancang khusus untuk lingkungan yang tidak boleh mengalami gangguan daya sekecil apapun.

Tersedia dalam Berbagai Kapasitas

APC Smart-UPS Online SRT hadir dalam rentang kapasitas yang cukup luas, sehingga bisa disesuaikan dengan skala kebutuhan:

  • SRT1000XLI / SRT1500XLI — Cocok untuk server kecil, workstation, dan perangkat jaringan di kantor kecil
  • SRT2200XLI / SRT3000XLI — Ideal untuk server room kantor menengah yang mengoperasikan beberapa server dan storage
  • SRT5KXLI / SRT6KXLI — Pilihan tepat untuk perusahaan dengan infrastruktur IT yang lebih kompleks
  • SRT8KXLI / SRT10KXLI — Dirancang untuk data center dan operasional enterprise yang membutuhkan uptime tanpa kompromi

Setiap kapasitas tersedia dalam pilihan form factor tower maupun rackmount, sehingga fleksibel untuk berbagai konfigurasi ruangan.

Keunggulan Menggunakan APC Smart-UPS Online SRT

1. Teknologi Double-Conversion Online Semua listrik yang masuk dikonversi ulang sebelum disalurkan ke perangkat. Hasilnya, daya yang diterima benar-benar bersih dan stabil bebas dari fluktuasi, lonjakan, maupun noise. Tidak ada jeda saat listrik padam.

2. Pure Sine Wave Output SRT series menghasilkan gelombang sinus murni, sehingga aman digunakan untuk server modern, storage, dan perangkat dengan power supply aktif (active PFC) yang sensitif terhadap kualitas daya.

3. Baterai Hot-Swappable Penggantian baterai bisa dilakukan tanpa mematikan sistem. Ini penting untuk lingkungan yang menuntut operasional 24/7 tanpa downtime.

4. Runtime yang Bisa Diperluas Setiap unit mendukung penambahan external battery pack untuk memperpanjang waktu backup sesuai kebutuhan sangat berguna di area yang sering mengalami pemadaman listrik berkepanjangan.

5. Manajemen Jarak Jauh Dilengkapi SmartSlot untuk pemasangan network management card, tim IT dapat memantau dan mengontrol UPS dari mana saja secara real-time melalui jaringan.

Investasi yang Tepat untuk Bisnis Anda

APC Smart-UPS Online SRT bukan sekadar perangkat cadangan daya ini adalah lapisan perlindungan pertama infrastruktur IT yang menentukan kelangsungan operasional bisnis.

upsapc.id siap membantu pemilihan kapasitas yang sesuai, pengadaan unit, hingga layanan purna jual di seluruh Indonesia. Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi gratis.

APC SRT seriesSRT SeriesSRT1000XLISRT10KXLISRT2200XLIsrt3000xliSRT5KXLISRT6KXLISRT8KXLIUPS online double conversion APCUPS server Indonesia
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Pahami Fungsi MCB dan Contactor Schneider Electric

Kamis, 16 April 2026 by Davin
Thumbnail_Fungsi_MCB_dan_Contactor

Kalau kamu bekerja di bidang IT infrastructure, pasti sudah sering dengar dua kata ini: MCB dan contactor. Keduanya ada di panel listrik server room, keduanya berhubungan dengan distribusi daya, dan keduanya sering disebut bergantian seolah fungsinya sama.

Tapi keduanya sangat berbeda dari cara kerja, fungsi, sampai kapan masing-masing dipakai. Artikel ini menjelaskan keduanya secara teknis, dengan konteks yang relevan untuk orang IT yang perlu paham infrastruktur power mereka.

Apa Itu MCB (Miniature Circuit Breaker)?

MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah perangkat proteksi yang fungsi utamanya memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi kondisi abnormal spesifik: overcurrent (arus berlebih) dan short circuit (hubung singkat).

Di panel listrik server room, MCB adalah komponen pertama yang kamu lihat setelah incoming dari PLN atau output UPS. Setiap circuit setiap cabang distribusi ke PDU rack, AC precision, atau perangkat lain idealnya dilindungi oleh MCB tersendiri. Schneider Electric punya beberapa lini MCB yang banyak dipakai di Indonesia

Cara Kerja MCB: Dua Mekanisme Proteksi

MCB punya dua mekanisme trip yang berbeda, dan ini penting untuk dipahami karena menentukan respons-nya terhadap jenis gangguan yang berbeda.

1. Thermal trip (bimetallic strip)

Untuk kondisi overload arus melebihi rating tapi tidak sampai ekstrem. Bimetallic strip di dalam MCB panas karena arus berlebih, melengkung, dan memutus kontak. Proses ini tidak instan ada delay yang proporsional dengan besarnya overload. Makin besar overload, makin cepat trip.

Ini disengaja. Kalau trip-nya instan untuk overload ringan, MCB akan sering trip karena inrush current saat perangkat pertama kali dinyalakan terutama server dan UPS yang punya high inrush di saat power-on.

2. Magnetic trip (solenoid)

Untuk short circuit arus melonjak sangat tinggi dalam waktu sangat singkat. Solenoid electromagnet langsung menarik latch dan memutus kontak dalam hitungan milidetik. Tidak ada delay karena short circuit yang dibiarkan meski sedetik bisa merusak kabel, switchgear, dan perangkat yang terhubung.

Kombinasi dua mekanisme ini yang membuat MCB bisa melindungi circuit dari dua jenis kondisi berbeda dengan respons yang berbeda tepat sesuai tingkat bahayanya.

Karakteristik Trip (Kurva B, C, D) — Ini Penting untuk Sizing

Setiap MCB Schneider punya “trip characteristic” yang ditandai dengan huruf di depan rating arus. Ini sering diabaikan tapi sangat menentukan apakah MCB cocok untuk aplikasi tertentu.

Kurva B (trip magnetic di 3–5x rating) Untuk circuit dengan beban resistif yang hampir tidak punya inrush current — lampu, pemanas, sebagian peralatan elektronik pasif.

Kurva C (trip magnetic di 5–10x rating) Paling umum di instalasi komersial dan IT. Cocok untuk circuit dengan inrush current moderat — server, network equipment, UPS output circuit, lampu fluorescent, motor kecil. Ini yang paling banyak dipakai di server room.

Kurva D (trip magnetic di 10–20x rating) Untuk beban dengan inrush current tinggi — motor besar, transformator, beban induktif berat. Jarang dipakai di circuit IT, tapi kadang muncul di circuit untuk precision AC atau UPS input.

Kalau kamu pasang MCB Kurva B di circuit server, kamu berpotensi mengalami nuisance tripping — MCB trip bukan karena ada masalah, tapi karena inrush current saat server boot-up terdeteksi sebagai anomali. Pastikan kurva sesuai dengan karakteristik beban.

Apa Itu Contactor?

Contactor adalah switching device — fungsi utamanya bukan proteksi, tapi menghubungkan dan memutus beban listrik secara terkontrol, biasanya dioperasikan oleh sinyal kontrol eksternal.

Analoginya simpel: MCB seperti circuit breaker yang trip sendiri saat ada masalah. Contactor seperti saklar besar yang dioperasikan dari jarak jauh via sinyal listrik.

Schneider Electric punya lini contactor TeSys yang jadi standar industri secara global. Di Indonesia, TeSys D dan TeSys K paling banyak ditemukan di panel distribusi, motor control center (MCC), dan sistem otomasi gedung.

Contactor terdiri dari:

  • Coil (kumparan) — bagian yang menerima sinyal kontrol. Saat diberi tegangan (bisa 24V DC, 110V AC, atau 230V AC tergantung varian), coil membentuk medan magnet
  • Main contacts — kontak utama yang menghubungkan atau memutus aliran daya ke beban
  • Auxiliary contacts — kontak tambahan untuk keperluan feedback, interlock, atau sinyal ke sistem kontrol

Saat coil diberi tegangan → main contact menutup → beban terhubung ke sumber daya. Tegangan coil dilepas → spring mendorong kontak kembali ke posisi terbuka → beban terputus.

Fungsi Contactor di Infrastruktur IT

Di server room atau data center, contactor mungkin tidak sepopuler MCB, tapi keberadaannya di sistem power sangat signifikan:

1. Manual Transfer Switch (MTS) / ATS Contactor jadi komponen utama di sistem pemindahan sumber daya — dari PLN ke genset, atau dari UPS ke bypass. ATS (Automatic Transfer Switch) pada dasarnya adalah dua contactor yang di-interlock secara elektrik dan mekanik, dikontrol oleh relay.

2. Kontrol Beban Terjadwal Di gedung atau data center yang lebih besar, contactor dipakai untuk switching beban berdasarkan jadwal atau sinyal dari BMS — misalnya memadamkan sistem cooling di zona tertentu di luar jam operasional.

3. Motor Starter untuk Precision AC Precision air conditioning di server room hampir semuanya punya compressor dan fan yang dikontrol via contactor. Star-delta starter untuk motor compressor menggunakan dua atau tiga contactor yang bekerja secara berurutan.

4. Remote E-Stop (Emergency Stop) Sistem EPO (Emergency Power Off) di data center menggunakan contactor sebagai breaking element satu sinyal dari tombol EPO bisa memutus coil tegangan ke banyak contactor sekaligus, mematikan semua beban dalam hitungan milidetik.

Keduanya sering dipakai bersamaan dalam satu sistem. Contactor untuk switching, MCB atau MCCB untuk proteksi. Ini yang disebut “contactor + overload relay” atau motor starter kombinasi kontaktor menghidupkan/mematikan beban, thermal overload relay dan MCB melindunginya.

Relevansi untuk Pengguna UPS APC

Ini mungkin yang paling relevan untuk pembaca upsapc.id: ketika kamu memasang UPS APC kapasitas 10kVA ke atas, koneksinya hampir pasti hardwired. Output UPS masuk ke panel distribusi yang berisi MCB sebagai proteksi per circuit.

MCB dan contactor adalah dua komponen yang berbeda fungsi, berbeda cara kerja, dan berbeda perannya dalam sistem distribusi daya. MCB adalah penjaga dia trip saat ada masalah, melindungi kabel dan perangkat dari kerusakan akibat fault. Contactor adalah eksekutor dia menghubungkan dan memutus beban sesuai perintah dari sistem kontrol.

Schneider Electric, sebagai brand yang sama di balik APC UPS, punya lini produk switchgear yang mature dan terdokumentasi dengan baik.

Kalau kamu sedang merancang atau meng-upgrade panel distribusi untuk server room, memilih produk dari ekosistem yang sama juga mempermudah koordinasi proteksi antar komponen. Tim kami siap membantu kebutuhan power infrastructure kamu dari UPS, panel distribusi, sampai komponen switchgear Schneider

contactor Schneiderfungsi contactorfungsi MCBMCB Schneider ElectricPanelPanel Data Center
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC Easy UPS On-Line SRV15KRILRK UPS 15kVA

Kamis, 16 April 2026 by Davin
Thumbnail_SRV15KRILRK

Kalau kamu lagi sizing UPS untuk server room skala menengah katakanlah 10 sampai 15 server 1U atau 2U plus storage dan switching kamu pasti akan sampai di satu titik: butuh UPS 10kVA ke atas, tapi belum sampai skala yang perlu tiga fase. Di sinilah SRV15KRILRK masuk.

Ini bukan unit yang didesain untuk kantoran biasa. APC menyebut target market-nya secara eksplisit: small data center, manufacturing facility, computer room, telekomunikasi, dan healthcare IT. Semua environment yang kesamaannya cuma satu, tidak boleh mati.

Spesifikasi Teknis

Parameter Detail
Kapasitas 15.000 VA / 15.000 W
Output Power Factor 1.0 (15kVA = 15kW real power)
Topologi Double Conversion Online
Input Voltage 230V AC (juga support 415V 3P+N+E input)
Output Voltage 220 / 230 / 240V (configurable)
Input Voltage Range 110–300V (half load) / 176–300V (full load)
Output Frekuensi 50/60 Hz ±3 Hz (sinkron ke mains)
Efisiensi (Full Load) 95%
THD Output 2%
Form Factor Rackmount 9U
Dimensi (HxWxD) 393 x 438 x 690 mm
Berat 157 kg
Koneksi Output Hard wire 3-wire (1P+N+E)
Koneksi Input Hard wire 3-wire (1P+N+E) + 5-wire (3P+N+E)
Slot Manajemen Intelligent Card Slot (opsional NMC)
Bypass Auto + Manual (built-in)
Battery Recharge 6 jam
Battery Charger 2.340W
Runtime @ Full Load ~4 menit 37 detik
Max External Battery Pack 10 unit (SRV120RLBP2-9A)
Operating Temp 0–40°C
Garansi 2 tahun repair or replace
Sertifikasi CE, UKCA

Input Dual Mode

Ini detail yang sering terlewat dan penting banget untuk proses instalasi. SRV15KRILRK punya dua opsi koneksi input:

  1. Hard wire 3-wire (1P+N+E) — koneksi single phase standar, cocok untuk server room yang panel listriknya single phase
  2. Hard wire 5-wire (3P+N+E) — koneksi tiga fase, tapi outputnya tetap single phase 230V

Opsi kedua ini menarik untuk environment yang punya distribusi listrik tiga fase di gedung, tapi perangkat IT-nya semua single phase. UPS ini bisa “minum” dari panel tiga fase dan keluarkan single phase yang bersih untuk beban kamu. Beban arus per fasa jadi lebih rendah — bagus untuk instalasi di gedung dengan load balancing yang ketat.

Topologi Double Conversion: Bukan Fitur Mewah, Ini Kebutuhan

Di kapasitas 15kVA, kamu hampir tidak punya alasan pakai UPS line-interactive untuk infrastruktur yang serius. Double conversion online artinya:

Beban kamu tidak pernah menyentuh listrik PLN secara langsung. Listrik PLN masuk ke rectifier, diubah ke DC, lalu inverter mengubahnya kembali ke AC yang bersih dan stabil. Output yang sampai ke server kamu adalah murni dari inverter — 230V, pure sine wave, THD cuma 2%, konsisten.

Efeknya langsung terasa di beberapa kondisi yang umum di Indonesia:

  • Voltage fluctuation atau sag dari PLN tidak akan pernah sampai ke perangkat
  • Harmonic distortion dari beban AC lain di gedung (HVAC, lift, motor industri) tersaring sempurna
  • Transfer time saat gangguan PLN: 0 milidetik — karena tidak ada transfer yang perlu dilakukan

Untuk server dengan PSU modern yang semuanya sudah Active PFC, zero transfer time ini kritis. Beberapa storage array bahkan punya sensitivitas ekstrem terhadap power interruption, sekecil apapun.

Output Power Factor 1.0 — Artinya 15kVA Benar-benar 15kW

Ini sering jadi kebingungan ketika tim IT membandingkan spesifikasi UPS. Di unit lama dengan output PF 0.8, 15kVA hanya menghasilkan 12kW real power. Artinya kapasitas efektifnya lebih rendah dari yang tertulis di spesifikasi.

SRV15KRILRK punya output PF 1.0 — 15kVA = 15.000W aktual. Kalau kamu punya beban 13kW, unit ini masih punya headroom 2kW. Tidak ada “kehilangan” kapasitas karena mismatch power factor.

Extended Runtime: Sampai 10 Battery Pack Tambahan

Default unit ini sudah include 2 external battery pack dalam paket (lihat di BoM pengiriman: “2 external battery pack”). Runtime default pada beban penuh sekitar 4 menit 37 detik — ini cukup untuk kondisi gangguan sesaat atau bridging sampai genset start.

Tapi kalau SLA kamu butuh runtime lebih panjang, kamu bisa tambahkan hingga 10 unit SRV120RLBP2-9A sebagai battery pack eksternal. Setiap battery pack tambahan di-daisy chain ke unit utama. Dengan konfigurasi maksimum (10 pack), runtime bisa diperpanjang signifikan — bergantung pada profil beban aktual.

Ini juga yang membuat lini SRV ini fleksibel: kamu tidak harus beli runtime sekarang. Mulai dengan konfigurasi standar, tambahkan battery pack seiring kebutuhan bertambah atau budget tersedia.

Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi teknis gratis. Kami bantu sizing, instalasi, dan manajemen UPS dari awal sampai operasional. upsapc.id

apcAPC Easy UPS 15kVAAPC SRV15KRILRKEasy UPS Onlineextended runtime UPSOnline Double ConversionSRV15KRILRKUPS 15kVAUPS data centerUPS rackmount 9U
Read more
  • Published in Berita
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

Recent Posts

  • UPS Overload: Dampak Buruk dan Cara Mencegahnya

    Memahami Kondisi UPS Overload dan Risikonya UPS...
  • Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating untuk Performa

    Pentingnya Membagi Beban UPS agar Tidak Overhea...
  • SRV10KRIRK

    APC Easy UPS Online SRV10KRIRK

    Dalam lingkungan bisnis modern, gangguan listri...
  • Thumbnail_AI_Server

    AI Server Membutuhkan UPS Seperti Apa?

    Artificial Intelligence (AI) bukan lagi teknolo...
  • Thumbnail_Perbedaan_VA_dan_Watt

    Perbedaan VA dan Watt pada UPS yang Wajib Dipahami

    Saat memilih UPS, banyak pengguna hanya melihat...



HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA

Isi formulir di bawah ini dan kami akan segera menghubungi Anda!

HUBUNGI KAMI

(021) 5358719 (direct line)
Email: sales@upsapc.id

SUPPORT

AKR Tower - Jl. Panjang no. 5,
Jakarta 11530 Indonesia

Open in Google Maps

SALES & MARKETING

PT. Jespro Network Rent

Jl. Kebon Jeruk Raya Komp. Kebon Jeruk Permai
Office Blok C No. 17 Jakarta 11530 Indonesia

APC UPS

© 2023 All rights reserved. By Jespro Network Rent.

TOP