SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

Want an easier way to log in?

Log in faster without a password.

Email Magic Link

Use Your Passkey

Or

Log in with your password

Log in without a password

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

APC UPS

  • PRODUK
    • UPS
      • Backup UPS
      • Smart UPS (Line Interactive)
      • Medium-Smart-Online
      • SRT & Li-Ion
      • SMV
    • Power Distribution
      • Rack Power Distribution
    • Data Center Software
      • Monitoring and Control
      • Modelling and Planning
      • Operations
      • Software Services
    • Prefabricated Data Center Modules
      • Cooling Modules
      • Power Modules
      • IT Modules
    • Cooling
      • Room Air Conditioners
      • Close Coupled Air Conditioners
      • Chillers
      • Containment and Air Distribution
      • Modular Access Floor
      • Cooling Distribution and Piping
      • Air Economizers
    • Surge Protection and Power Conditioning
      • Surge Protection Devices
      • Voltage Regulators
    • Networking and Cable Solutions
      • Networking Cables and Adapters
    • Data Centers and Server Rooms and Network Closets
      • InfraStruxure for Server Rooms and Network Closets
      • Modular Systems
    • Symmetra
    • Accessories
      • Mobile Accessories
        • Portable Devices Charger
      • NMC
      • RBC
  • LAYANAN
    • Install
    • Operate
    • Maintenance
    • Battery Replacement Service
    • Renew
    • Extended Warranties
  • Youtube Channel
  • Contact US
  • Reseller APC
  • Blog
HUBUNGI KAMI!
  • Home
  • Berita
  • Archive from category "Berita"
 

Category: Berita

Pahami Fungsi MCB dan Contactor Schneider Electric

Kamis, 16 April 2026 by Davin

Kalau kamu bekerja di bidang IT infrastructure, pasti sudah sering dengar dua kata ini: MCB dan contactor. Keduanya ada di panel listrik server room, keduanya berhubungan dengan distribusi daya, dan keduanya sering disebut bergantian seolah fungsinya sama.

Tapi keduanya sangat berbeda dari cara kerja, fungsi, sampai kapan masing-masing dipakai. Artikel ini menjelaskan keduanya secara teknis, dengan konteks yang relevan untuk orang IT yang perlu paham infrastruktur power mereka.

Apa Itu MCB (Miniature Circuit Breaker)?

MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah perangkat proteksi yang fungsi utamanya memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi kondisi abnormal spesifik: overcurrent (arus berlebih) dan short circuit (hubung singkat).

Di panel listrik server room, MCB adalah komponen pertama yang kamu lihat setelah incoming dari PLN atau output UPS. Setiap circuit setiap cabang distribusi ke PDU rack, AC precision, atau perangkat lain idealnya dilindungi oleh MCB tersendiri. Schneider Electric punya beberapa lini MCB yang banyak dipakai di Indonesia

Cara Kerja MCB: Dua Mekanisme Proteksi

MCB punya dua mekanisme trip yang berbeda, dan ini penting untuk dipahami karena menentukan respons-nya terhadap jenis gangguan yang berbeda.

1. Thermal trip (bimetallic strip)

Untuk kondisi overload arus melebihi rating tapi tidak sampai ekstrem. Bimetallic strip di dalam MCB panas karena arus berlebih, melengkung, dan memutus kontak. Proses ini tidak instan ada delay yang proporsional dengan besarnya overload. Makin besar overload, makin cepat trip.

Ini disengaja. Kalau trip-nya instan untuk overload ringan, MCB akan sering trip karena inrush current saat perangkat pertama kali dinyalakan terutama server dan UPS yang punya high inrush di saat power-on.

2. Magnetic trip (solenoid)

Untuk short circuit arus melonjak sangat tinggi dalam waktu sangat singkat. Solenoid electromagnet langsung menarik latch dan memutus kontak dalam hitungan milidetik. Tidak ada delay karena short circuit yang dibiarkan meski sedetik bisa merusak kabel, switchgear, dan perangkat yang terhubung.

Kombinasi dua mekanisme ini yang membuat MCB bisa melindungi circuit dari dua jenis kondisi berbeda dengan respons yang berbeda tepat sesuai tingkat bahayanya.

Karakteristik Trip (Kurva B, C, D) — Ini Penting untuk Sizing

Setiap MCB Schneider punya “trip characteristic” yang ditandai dengan huruf di depan rating arus. Ini sering diabaikan tapi sangat menentukan apakah MCB cocok untuk aplikasi tertentu.

Kurva B (trip magnetic di 3–5x rating) Untuk circuit dengan beban resistif yang hampir tidak punya inrush current — lampu, pemanas, sebagian peralatan elektronik pasif.

Kurva C (trip magnetic di 5–10x rating) Paling umum di instalasi komersial dan IT. Cocok untuk circuit dengan inrush current moderat — server, network equipment, UPS output circuit, lampu fluorescent, motor kecil. Ini yang paling banyak dipakai di server room.

Kurva D (trip magnetic di 10–20x rating) Untuk beban dengan inrush current tinggi — motor besar, transformator, beban induktif berat. Jarang dipakai di circuit IT, tapi kadang muncul di circuit untuk precision AC atau UPS input.

Kalau kamu pasang MCB Kurva B di circuit server, kamu berpotensi mengalami nuisance tripping — MCB trip bukan karena ada masalah, tapi karena inrush current saat server boot-up terdeteksi sebagai anomali. Pastikan kurva sesuai dengan karakteristik beban.

Apa Itu Contactor?

Contactor adalah switching device — fungsi utamanya bukan proteksi, tapi menghubungkan dan memutus beban listrik secara terkontrol, biasanya dioperasikan oleh sinyal kontrol eksternal.

Analoginya simpel: MCB seperti circuit breaker yang trip sendiri saat ada masalah. Contactor seperti saklar besar yang dioperasikan dari jarak jauh via sinyal listrik.

Schneider Electric punya lini contactor TeSys yang jadi standar industri secara global. Di Indonesia, TeSys D dan TeSys K paling banyak ditemukan di panel distribusi, motor control center (MCC), dan sistem otomasi gedung.

Contactor terdiri dari:

  • Coil (kumparan) — bagian yang menerima sinyal kontrol. Saat diberi tegangan (bisa 24V DC, 110V AC, atau 230V AC tergantung varian), coil membentuk medan magnet
  • Main contacts — kontak utama yang menghubungkan atau memutus aliran daya ke beban
  • Auxiliary contacts — kontak tambahan untuk keperluan feedback, interlock, atau sinyal ke sistem kontrol

Saat coil diberi tegangan → main contact menutup → beban terhubung ke sumber daya. Tegangan coil dilepas → spring mendorong kontak kembali ke posisi terbuka → beban terputus.

Fungsi Contactor di Infrastruktur IT

Di server room atau data center, contactor mungkin tidak sepopuler MCB, tapi keberadaannya di sistem power sangat signifikan:

1. Manual Transfer Switch (MTS) / ATS Contactor jadi komponen utama di sistem pemindahan sumber daya — dari PLN ke genset, atau dari UPS ke bypass. ATS (Automatic Transfer Switch) pada dasarnya adalah dua contactor yang di-interlock secara elektrik dan mekanik, dikontrol oleh relay.

2. Kontrol Beban Terjadwal Di gedung atau data center yang lebih besar, contactor dipakai untuk switching beban berdasarkan jadwal atau sinyal dari BMS — misalnya memadamkan sistem cooling di zona tertentu di luar jam operasional.

3. Motor Starter untuk Precision AC Precision air conditioning di server room hampir semuanya punya compressor dan fan yang dikontrol via contactor. Star-delta starter untuk motor compressor menggunakan dua atau tiga contactor yang bekerja secara berurutan.

4. Remote E-Stop (Emergency Stop) Sistem EPO (Emergency Power Off) di data center menggunakan contactor sebagai breaking element satu sinyal dari tombol EPO bisa memutus coil tegangan ke banyak contactor sekaligus, mematikan semua beban dalam hitungan milidetik.

Keduanya sering dipakai bersamaan dalam satu sistem. Contactor untuk switching, MCB atau MCCB untuk proteksi. Ini yang disebut “contactor + overload relay” atau motor starter kombinasi kontaktor menghidupkan/mematikan beban, thermal overload relay dan MCB melindunginya.

Relevansi untuk Pengguna UPS APC

Ini mungkin yang paling relevan untuk pembaca upsapc.id: ketika kamu memasang UPS APC kapasitas 10kVA ke atas, koneksinya hampir pasti hardwired. Output UPS masuk ke panel distribusi yang berisi MCB sebagai proteksi per circuit.

MCB dan contactor adalah dua komponen yang berbeda fungsi, berbeda cara kerja, dan berbeda perannya dalam sistem distribusi daya. MCB adalah penjaga dia trip saat ada masalah, melindungi kabel dan perangkat dari kerusakan akibat fault. Contactor adalah eksekutor dia menghubungkan dan memutus beban sesuai perintah dari sistem kontrol.

Schneider Electric, sebagai brand yang sama di balik APC UPS, punya lini produk switchgear yang mature dan terdokumentasi dengan baik.

Kalau kamu sedang merancang atau meng-upgrade panel distribusi untuk server room, memilih produk dari ekosistem yang sama juga mempermudah koordinasi proteksi antar komponen. Tim kami siap membantu kebutuhan power infrastructure kamu dari UPS, panel distribusi, sampai komponen switchgear Schneider

contactor Schneiderfungsi contactorfungsi MCBMCB Schneider ElectricPanelPanel Data Center
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC Easy UPS On-Line SRV15KRILRK UPS 15kVA

Kamis, 16 April 2026 by Davin

Kalau kamu lagi sizing UPS untuk server room skala menengah katakanlah 10 sampai 15 server 1U atau 2U plus storage dan switching kamu pasti akan sampai di satu titik: butuh UPS 10kVA ke atas, tapi belum sampai skala yang perlu tiga fase. Di sinilah SRV15KRILRK masuk.

Ini bukan unit yang didesain untuk kantoran biasa. APC menyebut target market-nya secara eksplisit: small data center, manufacturing facility, computer room, telekomunikasi, dan healthcare IT. Semua environment yang kesamaannya cuma satu, tidak boleh mati.

Spesifikasi Teknis

Parameter Detail
Kapasitas 15.000 VA / 15.000 W
Output Power Factor 1.0 (15kVA = 15kW real power)
Topologi Double Conversion Online
Input Voltage 230V AC (juga support 415V 3P+N+E input)
Output Voltage 220 / 230 / 240V (configurable)
Input Voltage Range 110–300V (half load) / 176–300V (full load)
Output Frekuensi 50/60 Hz ±3 Hz (sinkron ke mains)
Efisiensi (Full Load) 95%
THD Output 2%
Form Factor Rackmount 9U
Dimensi (HxWxD) 393 x 438 x 690 mm
Berat 157 kg
Koneksi Output Hard wire 3-wire (1P+N+E)
Koneksi Input Hard wire 3-wire (1P+N+E) + 5-wire (3P+N+E)
Slot Manajemen Intelligent Card Slot (opsional NMC)
Bypass Auto + Manual (built-in)
Battery Recharge 6 jam
Battery Charger 2.340W
Runtime @ Full Load ~4 menit 37 detik
Max External Battery Pack 10 unit (SRV120RLBP2-9A)
Operating Temp 0–40°C
Garansi 2 tahun repair or replace
Sertifikasi CE, UKCA

Input Dual Mode

Ini detail yang sering terlewat dan penting banget untuk proses instalasi. SRV15KRILRK punya dua opsi koneksi input:

  1. Hard wire 3-wire (1P+N+E) — koneksi single phase standar, cocok untuk server room yang panel listriknya single phase
  2. Hard wire 5-wire (3P+N+E) — koneksi tiga fase, tapi outputnya tetap single phase 230V

Opsi kedua ini menarik untuk environment yang punya distribusi listrik tiga fase di gedung, tapi perangkat IT-nya semua single phase. UPS ini bisa “minum” dari panel tiga fase dan keluarkan single phase yang bersih untuk beban kamu. Beban arus per fasa jadi lebih rendah — bagus untuk instalasi di gedung dengan load balancing yang ketat.

Topologi Double Conversion: Bukan Fitur Mewah, Ini Kebutuhan

Di kapasitas 15kVA, kamu hampir tidak punya alasan pakai UPS line-interactive untuk infrastruktur yang serius. Double conversion online artinya:

Beban kamu tidak pernah menyentuh listrik PLN secara langsung. Listrik PLN masuk ke rectifier, diubah ke DC, lalu inverter mengubahnya kembali ke AC yang bersih dan stabil. Output yang sampai ke server kamu adalah murni dari inverter — 230V, pure sine wave, THD cuma 2%, konsisten.

Efeknya langsung terasa di beberapa kondisi yang umum di Indonesia:

  • Voltage fluctuation atau sag dari PLN tidak akan pernah sampai ke perangkat
  • Harmonic distortion dari beban AC lain di gedung (HVAC, lift, motor industri) tersaring sempurna
  • Transfer time saat gangguan PLN: 0 milidetik — karena tidak ada transfer yang perlu dilakukan

Untuk server dengan PSU modern yang semuanya sudah Active PFC, zero transfer time ini kritis. Beberapa storage array bahkan punya sensitivitas ekstrem terhadap power interruption, sekecil apapun.

Output Power Factor 1.0 — Artinya 15kVA Benar-benar 15kW

Ini sering jadi kebingungan ketika tim IT membandingkan spesifikasi UPS. Di unit lama dengan output PF 0.8, 15kVA hanya menghasilkan 12kW real power. Artinya kapasitas efektifnya lebih rendah dari yang tertulis di spesifikasi.

SRV15KRILRK punya output PF 1.0 — 15kVA = 15.000W aktual. Kalau kamu punya beban 13kW, unit ini masih punya headroom 2kW. Tidak ada “kehilangan” kapasitas karena mismatch power factor.

Extended Runtime: Sampai 10 Battery Pack Tambahan

Default unit ini sudah include 2 external battery pack dalam paket (lihat di BoM pengiriman: “2 external battery pack”). Runtime default pada beban penuh sekitar 4 menit 37 detik — ini cukup untuk kondisi gangguan sesaat atau bridging sampai genset start.

Tapi kalau SLA kamu butuh runtime lebih panjang, kamu bisa tambahkan hingga 10 unit SRV120RLBP2-9A sebagai battery pack eksternal. Setiap battery pack tambahan di-daisy chain ke unit utama. Dengan konfigurasi maksimum (10 pack), runtime bisa diperpanjang signifikan — bergantung pada profil beban aktual.

Ini juga yang membuat lini SRV ini fleksibel: kamu tidak harus beli runtime sekarang. Mulai dengan konfigurasi standar, tambahkan battery pack seiring kebutuhan bertambah atau budget tersedia.

Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi teknis gratis. Kami bantu sizing, instalasi, dan manajemen UPS dari awal sampai operasional. upsapc.id

apcAPC Easy UPS 15kVAAPC SRV15KRILRKEasy UPS Onlineextended runtime UPSOnline Double ConversionSRV15KRILRKUPS 15kVAUPS data centerUPS rackmount 9U
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Mengenal Perbedaan Jenis PDU APC

Rabu, 11 Maret 2026 by Davin

Dalam pengelolaan pusat data atau ruang server, UPS berfungsi sebagai penyedia cadangan daya, namun PDU (Power Distribution Unit) adalah jembatan yang menyalurkan daya tersebut ke setiap perangkat. Bagi pengguna ekosistem APC, memilih PDU yang tepat bukan sekadar masalah jumlah lubang colokan, melainkan tentang bagaimana Anda ingin mengelola dan memantau konsumsi energi.

Secara umum, APC membagi lini PDU mereka ke dalam tiga kategori utama: Basic, Metered, dan Switched. Memahami perbedaannya akan membantu Anda menghindari downtime akibat beban berlebih (overload).

1. Basic PDU Sesuai namanya, ini adalah distribusi daya standar tanpa fitur pemantauan. Fungsinya murni sebagai terminal listrik berkualitas industri yang dirancang untuk lingkungan rak yang panas dan padat. Cocok bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas dan tidak memerlukan data statistik pemakaian daya.

2. Metered PDU PDU jenis ini dilengkapi dengan layar digital yang menampilkan beban arus (Ampere) secara real-time. Fitur ini sangat krusial untuk mencegah sirkuit terputus karena beban yang terlalu berat. Dengan Metered PDU, teknisi Anda bisa melihat langsung apakah masih ada ruang untuk menambah server baru tanpa membahayakan sistem.

3. Switched PDU (The Best Solution) Ini adalah kasta tertinggi dari PDU APC. Selain fitur pemantauan, Switched PDU memungkinkan Anda untuk mematikan atau menyalakan ulang (reboot) setiap outlet secara remote melalui jaringan. Jika ada server yang “hang”, Anda tidak perlu datang ke ruang data center; cukup akses dari meja kerja Anda.

Sebagai penyedia solusi APC terbaik di Indonesia, kami menyediakan seluruh lini PDU original untuk memastikan infrastruktur IT Anda berjalan tanpa gangguan. Menggunakan PDU bajakan atau kualitas rendah berisiko memicu kebakaran dan merusak investasi server mahal Anda.

Jangan biarkan manajemen daya menjadi titik lemah di perusahaan Anda. Hubungi tim ahli kami di upsapc.id untuk mendapatkan rekomendasi konfigurasi PDU dan UPS yang paling efisien. Kami siap melayani pengiriman dan instalasi ke seluruh wilayah Indonesia dengan jaminan garansi resmi.

Aksesori Serverapcapc indonesiaBasic PDUMetered PDUpduPDU APCPower Distribution UnitSwitched PDU
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Memahami Seri UPS APC: SMV, SRV, SMC, SMT, dan SRT – Mana yang Harus Dipilih?

Senin, 09 Maret 2026 by Davin
Thumbnail_Seri_UPS_APC

Memilih UPS yang tepat sangat penting untuk memastikan perangkat IT tetap terlindungi dari gangguan listrik seperti pemadaman mendadak, lonjakan tegangan, maupun fluktuasi listrik. Schneider Electric melalui brand APC menyediakan berbagai seri UPS untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari rumah, kantor kecil, hingga data center.

Beberapa seri UPS APC yang paling umum digunakan adalah SMV, SRV, SMC, SMT, dan SRT. Masing-masing memiliki karakteristik dan target penggunaan yang berbeda.

1. SMV Series – UPS Entry Level untuk Server Kecil

Seri APC Easy UPS SMV merupakan UPS line-interactive yang dirancang untuk kebutuhan dasar seperti server kecil, workstation, dan perangkat jaringan.

Keunggulan utama:

  • Harga lebih ekonomis

  • Dilengkapi AVR (Automatic Voltage Regulation)

  • Cocok untuk kantor kecil atau UKM

Namun seri ini biasanya memiliki fitur monitoring yang lebih sederhana dibanding seri enterprise.

2. SRV Series – UPS Online untuk Proteksi Maksimal

Seri APC Easy UPS SRV menggunakan teknologi online double conversion, sehingga memberikan perlindungan listrik yang jauh lebih stabil.

Karakteristik utama:

  • Output listrik lebih stabil

  • Cocok untuk server kritikal

  • Ideal untuk ruang server dan jaringan penting

Seri ini sering digunakan untuk server rack, storage, dan perangkat jaringan penting.

3. SMC Series – Smart-UPS untuk Bisnis Kecil

Seri APC Smart‑UPS SMC termasuk dalam keluarga Smart-UPS yang sudah dilengkapi fitur manajemen lebih baik.

Fitur utama:

  • LCD display

  • Monitoring lebih lengkap

  • Efisiensi daya lebih baik

Seri ini cocok untuk kantor kecil hingga menengah yang membutuhkan UPS dengan fitur manajemen lebih baik.

4. SMT Series – Smart-UPS Profesional

Seri APC Smart‑UPS SMT merupakan salah satu UPS yang paling populer untuk lingkungan bisnis.

Keunggulan:

  • Kapasitas lebih besar

  • Kompatibel dengan network management card

  • Monitoring dan manajemen daya yang lebih lengkap

Biasanya digunakan untuk server room perusahaan dan perangkat jaringan enterprise.

5. SRT Series – UPS Enterprise untuk Data Center

Seri APC Smart‑UPS SRT merupakan UPS kelas enterprise dengan teknologi online double conversion.

Keunggulan utama:

  • Perlindungan listrik tingkat tertinggi

  • Scalability dengan external battery

  • Cocok untuk data center dan sistem kritikal

Seri ini sering digunakan pada data center, sistem industri, dan aplikasi mission-critical.

Mana yang Harus Dipilih?

Pemilihan UPS sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan:

  • SMV → kantor kecil / perangkat IT ringan

  • SRV → ruang server dengan kebutuhan stabilitas tinggi

  • SMC → bisnis kecil dengan kebutuhan monitoring

  • SMT → server room perusahaan

  • SRT → data center dan sistem kritikal

Dengan memahami perbedaan tiap seri UPS APC, perusahaan dapat memilih solusi perlindungan listrik yang paling sesuai dengan kebutuhan infrastruktur IT mereka.

apcline interactiveOnline Double ConversionSMCSMTsmvSRTsrvTipe UPS APCUPSUPS APC
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Memahami Transfer Time pada UPS

Sabtu, 21 Februari 2026 by Davin
Thumbnail_Transfer_Time

Saat listrik tiba-tiba padam, perangkat seperti server, komputer, atau sistem jaringan sangat berisiko mati mendadak. Di sinilah peran UPS (Uninterruptible Power Supply) menjadi sangat penting. Salah satu parameter kunci dari UPS adalah transfer time, yaitu waktu yang dibutuhkan UPS untuk berpindah dari sumber listrik utama ke baterai.

Apa itu Transfer Time? (Analogi sederhana)

Bayangkan Anda sedang menyetir mobil di jalan tol, lalu tiba-tiba jalur utama ditutup. Jika ada jalur alternatif yang langsung terbuka, perjalanan Anda tetap lancar tanpa berhenti.

Transfer time pada UPS bekerja dengan cara yang sama. Saat listrik PLN padam, UPS langsung “mengalihkan jalur listrik” ke baterai internal. Proses ini sangat cepat, biasanya hanya 2 hingga 10 milidetik (ms), sehingga perangkat tetap menyala tanpa gangguan.

Sebagai perbandingan, kedipan mata manusia sekitar 300–400 milidetik. Jadi transfer time UPS jauh lebih cepat dari kedipan mata.

Alur yang Terjadi Saat Listrik Padam

Berikut proses yang terjadi secara otomatis di dalam UPS:

  1. Kondisi normal
    UPS menerima listrik dari PLN dan menyalurkannya ke perangkat, sambil menjaga baterai tetap terisi penuh.

  2. Listrik padam terdeteksi
    UPS langsung mendeteksi hilangnya tegangan listrik dalam hitungan milidetik.

  3. UPS berpindah ke baterai (transfer time)
    UPS otomatis beralih menggunakan daya dari baterai tanpa mematikan perangkat.

  4. Perangkat tetap menyala
    Server, komputer, dan perangkat jaringan tetap berjalan normal tanpa restart atau downtime.

  5. Listrik kembali normal
    UPS kembali menggunakan listrik PLN dan mengisi ulang baterai secara otomatis.

Mengapa Transfer Time Penting?

Jika tidak ada UPS atau transfer time terlalu lama, risiko berikut dapat terjadi:

  • Server mati mendadak

  • Data hilang atau rusak

  • Sistem jaringan down

  • Gangguan operasional bisnis

UPS dengan transfer time yang cepat memastikan operasional tetap berjalan stabil dan aman.

Transfer time adalah fitur penting yang memungkinkan UPS menjaga perangkat tetap menyala saat listrik padam. Tanpa UPS yang andal, gangguan listrik sekecil apa pun dapat berdampak besar pada operasional bisnis.

Jika Anda membutuhkan solusi UPS, penggantian baterai UPS, atau layanan maintenance profesional, Anda dapat menghubungi upsapc.id. Tim profesional siap membantu memastikan sistem Anda tetap aman, stabil, dan terlindungi dari risiko downtime.

backup dayacara kerja UPSdatacenterdowntimegangguan listrikpower protectionruang servertransfer time UPSUPS
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC NetShelter AP8853 Metered Rack PDU

Jumat, 20 Februari 2026 by Davin
Thumbnail_NetShelter_AP8853

Dalam lingkungan bisnis modern seperti data center, server room, maupun network rack kantor, distribusi daya yang aman dan terkontrol sangat penting. Salah satu solusi terbaik yang digunakan oleh banyak perusahaan global adalah APC by Schneider Electric melalui produk unggulannya, APC NetShelter Metered Rack PDU AP8853.

PDU (Power Distribution Unit) ini dirancang khusus untuk mendistribusikan daya secara efisien, aman, dan dapat dimonitor secara real-time.

Kapasitas Tinggi untuk Infrastruktur IT Profesional

AP8853 memiliki kapasitas hingga 7.4 kW, 230V, dan 32A, yang mampu mendukung banyak perangkat dalam satu rack secara bersamaan. PDU ini menyediakan:

  • 36 outlet IEC C13 (untuk server, switch, firewall, dll)

  • 6 outlet IEC C19 (untuk perangkat dengan konsumsi daya lebih besar)

  • Total 42 outlet dalam satu unit

Dengan kapasitas ini, satu PDU dapat digunakan untuk mendukung seluruh perangkat dalam satu rack tanpa perlu menggunakan banyak power strip tambahan.

Keunggulan utama AP8853 adalah fitur metered power monitoring, yang memungkinkan pengguna memantau penggunaan daya secara langsung.

Manfaatnya antara lain:

  • Mengetahui konsumsi listrik setiap rack

  • Mencegah overload yang dapat menyebabkan downtime

  • Membantu perencanaan kapasitas IT secara akurat

  • Mengoptimalkan efisiensi energi data center

PDU ini juga dapat diakses melalui:

  • Web interface

  • SNMP

  • Telnet

  • Software monitoring data center

Hal ini memungkinkan tim IT memantau kondisi daya tanpa harus datang langsung ke lokasi rack.

AP8853 dilengkapi dengan berbagai fitur proteksi dan keamanan seperti:

  • Circuit breaker internal untuk perlindungan overload

  • Locking IEC outlets untuk mencegah kabel terlepas secara tidak sengaja

  • Port monitoring sensor suhu dan kelembaban

Fitur ini sangat penting untuk memastikan perangkat IT tetap berjalan stabil tanpa gangguan.

Mengapa PDU APC AP8853 Penting untuk Bisnis Anda?

Tanpa PDU yang tepat, risiko berikut bisa terjadi:

  • Overload listrik

  • Server downtime

  • Gangguan operasional

  • Kerusakan perangkat mahal

Dengan AP8853, bisnis mendapatkan:

  • Distribusi daya stabil

  • Monitoring konsumsi listrik

  • Perlindungan perangkat IT

  • Infrastruktur yang lebih profesional

APC NetShelter AP8853 Metered Rack PDU adalah solusi ideal untuk perusahaan yang membutuhkan distribusi daya yang aman, efisien, dan dapat dimonitor secara real-time. Dengan kapasitas tinggi, fitur monitoring lengkap, dan desain profesional, PDU ini menjadi komponen penting dalam setiap infrastruktur data center dan server rack modern.

Jika bisnis Anda menggunakan server, firewall, switch, atau UPS dalam rack, penggunaan PDU profesional seperti AP8853 adalah investasi penting untuk menjaga stabilitas operasional. Pesan PDU ini sekarang dan hubungi upsapc.id partner resmi APC By Schneider Electric

AP8853apcAPC AP8853datacenterMetered Rack PDUpduPower Distribution Unit
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC Easy UPS On-Line SRV3KI-E 3 kVA/2700W

Selasa, 13 Januari 2026 by Davin
Thumbnail_SRV3KI-E

APC SRV3KI-E adalah UPS 3 kVA / 2700 W dengan teknologi on-line double-conversion, yang berarti listrik dari PLN diubah menjadi DC lalu kembali ke AC secara terus-menerus, memberikan tegangan yang benar-benar bersih dan stabil ke perangkat Anda tanpa jeda. Perangkat ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kontinuitas daya tinggi dan zero transfer time, seperti server, storage, jaringan, dan sistem produksi otomatis.

Berikut gambaran fitur teknis dari SRV3KI-E:

  • Kapasitas: 3000 VA / 2700 W

  • Tipe: Double Conversion On-Line UPS

  • Output: 6x IEC C13 + 1x IEC C19

  • Input/Output Voltage: 230 V (opsional 220/240 V)

  • LCD status panel + Intelligent Card Slot (opsional monitoring lanjutan)

  • Bypass internal otomatis untuk proteksi lebih tinggi

  • Efisiensi tinggi & gelombang sinus murni untuk beban sensitif

  • Garansi resmi APC 2 tahun di sebagian besar pasar

Fitur seperti LCD display dan port komunikasi (USB/serial) memudahkan monitoring status daya, kondisi baterai, dan peringatan teknis.

Kenapa Perlu UPS Online 3 kVA?

Berbeda dengan UPS line-interactive biasa, UPS online seperti SRV3KI-E memberi proteksi tanpa jeda saat listrik padam. Ini sangat penting untuk perangkat seperti:

  • Server & NAS

  • Switch/router jaringan

  • Firewall & sistem keamanan

  • Perangkat produksi & kontrol industri

  • Sistem POS & terminal pembayaran

UPS online juga melindungi dari gangguan listrik berat seperti surge, spike, noise, dan fluktuasi frekuensi yang sering merusak peralatan. Selain SRV3KI-E, ada varian lain seperti APC SRV3KIL‑E Easy UPS Smart Online 3000VA yang punya kemampuan serupa, tetapi biasanya dengan konfigurasi baterai atau fitur yang sedikit berbeda. Juga APC Easy UPS SRV RM 3000VA with Railkit yang cocok bila Anda ingin pemasangan rackmount di rak server.

Butuh UPS APC SRV3KI-E untuk kantor atau project Anda?
Hubungi kami di upsapc.id untuk konsultasi kebutuhan daya, estimasi runtime, dan penawaran harga terbaik sesuai spesifikasi dan anggaran Anda.

3000VA 2700Watteasy upsEasy UPS OnlineSRV3KI-Eups 3000va
Read more
  • Published in Berita
No Comments

AR3100 – APC NetShelter SX 42U Rack

Selasa, 13 Januari 2026 by Davin
Thumbnail_AR3100

APC NetShelter SX 42U Server Rack Enclosure 600×1070mm adalah rak server kelas profesional yang dirancang untuk menyimpan dan melindungi semua perangkat penting infrastruktur IT Anda seperti server, UPS, switch, router, PDU, dan perangkat jaringan lainnya. Rak seperti ini sangat penting karena menyediakan struktur yang aman, rapi, serta terorganisir untuk semua perangkat dalam satu wadah standar industri.

Mengapa Rack Server Itu Penting?

Di era digital sekarang, hampir semua bisnis bergantung pada perangkat IT yang terus menyala dan bekerja tanpa gangguan. Tanpa rak server yang tepat:

  • Kabel mudah berantakan

  • Sirkulasi udara buruk → panas

  • Peralatan rawan jatuh atau rusak

  • Perawatan jadi tidak efisien

Dengan rack APC NetShelter SX, Anda mendapatkan sistem yang:
✔ Melindungi perangkat dari getaran, debu, dan kontaminan
✔ Mengorganisir kabel dengan rapi
✔ Mendukung airflow yang optimal
✔ Memudahkan perawatan harian dan troubleshooting

Rak ini menjadi cikal bakal infrastruktur jaringan yang sehat dan terstruktur, terutama buat perusahaan yang serius soal uptime.

Fungsi Utama APC NetShelter SX 42U

  1. Menampung Perangkat IT Berukuran Standar
    Dirancang dengan standar 19-inch EIA dan tinggi 42U, rak ini bisa memuat server, UPS rackmount, switch, PDU, dan perangkat lain secara rapi.

  2. Meningkatkan Keamanan & Akses
    Pintu depan, belakang, dan panel samping dapat dikunci untuk melindungi perangkat dari akses yang tidak sah.
  3. Mendukung Manajemen Kabel & Aliran Udara
    Rak ini memiliki pengelolaan kabel terintegrasi dan ventilasi perforated untuk memastikan sirkulasi udara optimal di dalam rak.
  4. Struktur Kuat & Stabil
    Dengan konstruksi baja kokoh dan casters yang membantu mobilitas, rak ini dukung beban berat sekalipun tanpa mengurangi stabilitas.

AR3100 - APC Rack Netshelter X 42U
Spesifikasi Singkat

  • Tinggi: 42U (1991 mm)

  • Lebar: 600 mm

  • Kedalaman: 1070 mm

  • Lebar Rak: Standard 19 inch

  • Bahan: Steel frame dengan panel perforated

  • Load Capacity tinggi, cocok untuk server & peralatan berat

  • Termasuk: baying hardware, panel samping, casters, leveling feet

Rak server seperti APC NetShelter SX umumnya dipakai oleh:

  • Data Center kecil–menengah

  • Perkantoran & corporate office

  • IT / System Integrator

  • Pusat telekomunikasi

  • Perusahaan retail & e-commerce

  • Rumah sakit & pendidikan

APC NetShelter SX 42U memberikan struktur kuat, keamanan, serta kemudahan dalam pengelolaan IT yang menjadi kebutuhan penting bisnis modern. Hubungi kami untuk info lebih lanjut, Jpower.id penyedia kebutuhan produk APC Schneider terbaik se Indonesia.

42UapcAPC Netshelter SXRack 42URack ServerSecurity
Read more
  • Published in Berita
No Comments

NetBotz 755: Solusi Pemantauan Keamanan & Lingkungan untuk Infrastruktur TI Anda

Sabtu, 13 Desember 2025 by Davin
NetBotz_755

Dalam dunia IT modern, gangguan operasional bisa datang dari banyak arah bukan hanya pemadaman listrik atau kegagalan server, tetapi juga ancaman lingkungan dan akses fisik yang tidak terpantau. Di sinilah APC NetBotz 755 (NBWL0755) memainkan peran krusial sebagai security and environmental appliance yang pintar, andal, dan siap menjaga integritas lingkungan ruang IT Anda.

NetBotz 755 dirancang khusus untuk memantau kondisi lingkungan dan keamanan di lokasi yang ruang server atau raknya terbatas, seperti kantor cabang kecil, rumah sakit, bank, atau edge data center. Unit ini dipasang di dinding dan berfungsi sebagai pusat hub pemantauan yang terintegrasi menggabungkan sensor lingkungan, kamera, kontrol akses, dan sistem peringatan dalam satu perangkat ringkas.

Dengan kemampuan yang lengkap, NetBotz 755 dapat menangani hingga:

  • 4 kamera HD untuk visualisasi real-time atau rekaman kejadian;

  • 16 sensor kabel dan 47 sensor nirkabel untuk memantau suhu, kelembapan, bahkan kebocoran cairan;

  • Kontrol akses bertanda (badged access) untuk dua pintu rak;

  • Peringatan instan terhadap perubahan kondisi yang berisiko, seperti overheating, tingkat kelembapan tinggi, asap atau kebocoran.

Ini artinya, perubahan kecil seperti suhu meningkat dalam ruang server atau pintu rack yang dibuka tanpa otorisasi dapat langsung terdeteksi, kemudian memberikan notifikasi kepada tim Anda sebelum menjadi insiden besar. NetBotz 755 tidak hanya memberikan data: ia terintegrasi langsung dengan software EcoStruxure IT seperti Data Center Expert, IT Expert, atau IT Advisor. Integrasi ini memungkinkan Anda mengelola perangkat dari satu platform terpadu, melihat kondisi aktual, mendapatkan data historis, dan merespons lebih cepat melalui dashboard yang konsisten.

Bagi tim IT perusahaan besar, rumah sakit, maupun lembaga keuangan, NetBotz 755 membantu:

  • Mengurangi downtime dengan deteksi dini berbagai risiko lingkungan;

  • Meningkatkan keamanan fisik di area TI tanpa memerlukan rak penuh perangkat;

  • Mempercepat investigasi insiden dengan kombinasi sensor dan rekaman visual;

  • Mempermudah pelaporan kepatuhan melalui data pemantauan terintegrasi.

Dengan form factor yang pas untuk area dengan ruang terbatas dan kemampuan pemantauan komprehensif, NetBotz 755 adalah pilihan tepat untuk organisasi yang ingin memadukan pengawasan lingkungan dan keamanan fisik dalam satu perangkat kuat dan efisien.

Ingin memastikan lingkungan IT Anda selalu aman dan optimal? Hubungi kami untuk info lebih lanjut NetBotz 755 dan konsultasi kebutuhan monitoring untuk data center atau edge site Anda!

apcData Center MonitoringEcoStruxure ITEnvironmental MonitoringIT InfrastructureNetBotz 755Rack SecuritySecurity Monitoring
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC SRV10KI 10kVA Easy UPS Online

Sabtu, 13 Desember 2025 by Davin
Thumbnail_APC_SRV10KI_10kVA

Dalam lingkungan IT perusahaan mulai dari kantor pusat, rumah sakit, hingga bank ketersediaan daya bukan pilihan: itu adalah kebutuhan operasional. APC SRV10KI 10kVA hadir sebagai solusi UPS on-line kelas menengah-atas yang didesain untuk menjaga server, storage, dan perangkat jaringan tetap hidup tanpa gangguan saat listrik bermasalah.

Inti kekuatan SRV10KI adalah topologi double-conversion (on-line): listrik dari jaringan diubah ke DC lalu dikonversi kembali ke AC dengan output gelombang sinus murni memberi proteksi paling ketat terhadap spike, drop, dan distorsi daya, tanpa jeda (zero transfer time) untuk beban kritikal. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi medis, perbankan, dan ruang server yang sensitif.

Dari sisi efisiensi dan operasional, SRV10KI menawarkan ECO mode yang meningkatkan efisiensi saat kondisi listrik stabil—mengurangi biaya energi tanpa mengorbankan proteksi saat terjadi gangguan. Konstruksi unit juga mencakup bypass internal otomatis dan antarmuka LCD yang informatif untuk monitoring cepat oleh tim IT.

Untuk kesiapan cadangan, SRV10KI menggunakan baterai VRLA internal (dengan opsi ekstensi runtime pada seri/varian tertentu), dan memiliki runtime praktis yang memadai untuk menutup proses shutdown terencana atau memicu generator misalnya estimasi runtime standar menunjukkan kemampuan beberapa menit pada beban penuh hingga puluhan menit pada beban parsial (konfigurasi sebenarnya tergantung jumlah dan tipe battery-pack). Pastikan RTA (runtime to autonomy) diperhitungkan saat desain rack/room.

Jika Anda menanggung infrastruktur kritikal, APC SRV10KI adalah pilihan yang menggabungkan keandalan dan operasional yang ramah tim IT. Ingin tahu berapa runtime untuk konfigurasi Anda atau opsi maintenance & garansi? Hubungi tim kami upsapc.id untuk konsultasi dan penawaran khusus.

apcDouble Online ConversionEasy UPS OnlineSRV10KIUPS 10000VAUPS 10kvaUPS APC
Read more
  • Published in Berita
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6

Recent Posts

  • Pahami Fungsi MCB dan Contactor Schneider Electric

    Kalau kamu bekerja di bidang IT infrastructure,...
  • APC Easy UPS On-Line SRV15KRILRK UPS 15kVA

    Kalau kamu lagi sizing UPS untuk server room sk...
  • Mengenal Perbedaan Jenis PDU APC

    Dalam pengelolaan pusat data atau ruang server,...
  • Thumbnail_Seri_UPS_APC

    Memahami Seri UPS APC: SMV, SRV, SMC, SMT, dan SRT – Mana yang Harus Dipilih?

    Memilih UPS yang tepat sangat penting untuk mem...
  • Thumbnail_Transfer_Time

    Memahami Transfer Time pada UPS

    Saat listrik tiba-tiba padam, perangkat seperti...



HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA

Isi formulir di bawah ini dan kami akan segera menghubungi Anda!

HUBUNGI KAMI

(021) 5358719 (direct line)
Email: sales@upsapc.id

SUPPORT

AKR Tower - Jl. Panjang no. 5,
Jakarta 11530 Indonesia

Open in Google Maps

SALES & MARKETING

PT. Jespro Network Rent

Jl. Kebon Jeruk Raya Komp. Kebon Jeruk Permai
Office Blok C No. 17 Jakarta 11530 Indonesia

APC UPS

© 2023 All rights reserved. By Jespro Network Rent.

TOP