Data center adalah tulang punggung sistem jaringan, karena semua pusat data, informasi serta system command berada di sana. Dengan fungsi krusial tersebut, data center menjadi aset perusahaan yang harus dijaga. Salah satu yang harus dijaga adalah aliran listrik yang mencegah data center mengalami kegagalan sistem. Perusahaan wajib memiliki tenaga cadangan seperti UPS dari APC Indonesia agar aliran listrik tetap stabil dan mencegah terjadinya gangguan yang tidak diinginkan.
Jenis Gangguan Listrik di Data Center
Di dalam TIER standard, ketersediaan sistem harus berada dalam jangkauan 99.9 sampai 99.999% yang berarti tidak boleh ada kegagalan sistem. Sangat riskan jika data center hanya bergantung dari listrik yang disediakan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan tidak memiliki cadangan tenaga. Apabila keadaan darurat terjadi sehingga pasokan listrik tidak terpenuhi dan tidak ada cadangan daya, maka akan terjadi kelumpuhan sistem.
Selain itu, Anda harus memilih UPS yang tepat. Karena meskipun sudah memiliki cadangan daya listrik, jika jenis cadangan tenaga yang dipilih tidak tepat, maka bukan tidak mungkin ada jeda saat proses perpindahan tenaga dari utama ke cadangan.
Lalu, apa saja gangguan yang datang dari daya listrik? Simak jenis gangguan yang bisa mengacaukan data center dari sisi aliran listrik adalah sebagai berikut:
- Electrical Spikes (Lonjakan listrik), biasanya terjadi karena sambaran petir dan dapat sangat mempengaruhi jaringan pasokan listrik yang adaa. Gangguan ini bisa dikategorikan Force Major dan masuk sebagai keadaan darurat. Indonesia pernah mengalaminya baru- baru ini saat terjadi ketika pasokan listrik Jawa terganggu pada bulan Agustus lalu. Terjadi kelumpuhan sistem transportasi dan informasi di sebagian Pulau Jawa dan Jakarta yang paling terkena dampaknya.
- Dips and Surge (Turunan dan lonjakan tegangan), terjadi saat mematikan atau menyalakan ulang server. Lonjakan yang tidak diinginkan dalam daya listrik yang paling sering terjadi adalah hasil dari mematikan beban listrik yang besar, sementara penurunan listrik terjadi karena menyalakan daya listrik.
- Harmonic Frequencies (Frekuensi Harmonik), frekuensi harmonic adalah hal paling umum yang terjadi dalam gangguan listrik. Hal ini disebabkan variasi tegangan dalam arus bolak balik listrik. Ketidakstabilan frekuensi listrik dapat merusak data center, bahkan peralatan elektronik sederhana Anda jika terjadi terus menerus.
Jika kemungkinan gangguan tidak disiasati, kerusakan data, kegagalan sistem bahkan kebakaran dapat terjadi dan merusak citra bisnis Anda. Belum dari sisi finansial karena sistem down da tidak dapat melayani operasional seperti biasa.
Manfaat UPS untuk Data Center
Agar tidak terjadi hal yang diinginkan pada aset perusahaan Anda, dan perpindahan daya bisa berjalan mulus tanpa harus terjadi jeda, sebaiknya perusahaan harus memiliki UPS yang berkualitas agar data center atau server Anda terlindungi. UPS dari APC Indonesia dapat memberi banyak manfaat selain menstabilkan aliran listrik. UPS yang bagus dan berkualitas harus memiliki hal di bawah ini:
- Mampu beradaptasi terhadap tipe beban, secara induktif atau kapasitas
- Kuat dan tahan banting, seperti APC by Schneider Electric
- Dapat diintergrasikan dalam sistem dengan komponen lainnya seperti generator dan genset
- Tampilan yang informatif agar lebih mudah dipantau
Selain itu, UPS sebaiknya ditempatkan dalam satu ruangan yang sama dengan data center Anda untuk memudahkan perawatan, monitoring dan kontrol.
Untuk mendapatkan UPS terbaik, Anda dapat menghubungi APC Indonesia. APC Indonesia adalah distributor resmi APC by Schneider dan melayani pembelian dari seluruh Indonesia. Kami memberi pelayanan all ini mulai dari pemasangan, perawatan dan lain sebagainya. Segera hubungi kami untuk UPS terbaik bagi data center Anda!

