Tips Jitu Pemilh UPS dari Bebannya!
Arus listrik yang kita nikmati sekarang ini, berasal dari tenaga pembangkit yang jaraknya berkilo-kilometer jauhnya. Maka tidak heran bila arus tersebut terkadang mengalami gangguan ataupun mati total. Tahukah kamu, kalau gangguan tersebut dapat mengakibatkan rusaknya komponen dalam peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Maka dari itu, ada baiknya apabila Anda mulai mempertimbangkan untuk membeli sebuah perangkat UPS atau Uninterruptible Power Supply yang dapat menangani hal tersebut.
Beberapa tips jitu di bawah ini, mungkin dapat membantu Anda untuk memilih UPS sesuai kebutuhan!
Memahami Cara Kerja Perangkat UPS
Memahai cara kerja sebuah perangkat UPS, tentu kita membutuhkan penjelasan yang tidak rumit dan simpel. Apalagi dengan ditambahkan ilustrasi, sehingga mudah dijelaskan kembali ke orang lain.
Singkatnya, UPS adalah sebuah perangkat yang terdiri dari pelindung lonjakan arus, baterai dan inverter, yang melindungi perangkat elektronik kita dari berbagai gangguan arus listrik seperti pemutusan aliran listrik secara tiba-tiba, gangguan tegangan dan lain sebagainya.
Kita bisa mengilustrasikan perangkat ini sebagai buffer ketika kita sedang menonton sebuah video di youtube. Perangkat ini yang menjamin video yang kita lihat tersebut tidak tersendat-sendat ketika kita menikmatinya. Karena tanpa adanya sebuah buffer, terkadang koneksi yang tidak stabil tayangan tersebut tersendat atau bahkan tidak bisa kita putar.
Mengapa Kita Membeli sebuah perangkat UPS?
Berbeda dengan video yang tadi, komponen dalam perangkat listrik yang mendapatkan arus listrik yang tidak stabil rentan mengalami kerusakan. Karena itulah kita membutuhkan perangkat UPS tersebut agar perangkat listrik yang digunakan memiliki umur yang lebih panjang.
Selain itu apabila terjadi pemadaman, kita dapat mematikan perangkat tersebut secara wajar sehingga tidak menimbulkan kehilangan data misalnya pada perangkat komputer hingga data center.
Saat ini, bagi para pengguna rumahan, tentu sebuah perangkat UPS belum menjadi kebutuhan yang vital. Hal itu karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti laptop ataupun komputer untuk kebutuhan pekerjaan di kantor. Sementara itu, bagi pengusaha, tentu UPS dapat menjadi aset yang cukup penting lantaran peran perlindungan data ataupun alat elektronik yang tadi telah disebutkan.
Namun tentu saja, perangkat UPS bagi keperluan rumah dan kantor begitu berbeda. Tergantung dengannkebutuhannya. Maka dari itu, ketika Anda mempertimbangkanuntuk membeli sebuah perangkat UPS, ada baiknya apabila Anda memilih sebuah UPS berdasarkan beban dari UPS tersebut. Hal ini tentu unutk meminimalisir terjadinya kelebihan beban yang dapt membuat perangkat UPS tidak berjalan denngan maksimal. Bahkan merusak peranngkat UPS itu sendiri.
Tips memilih UPS berdasarkan beban
Ada banyak sekali merk UPS di pasaran, yang membuat mereka melakukan strategi pemasaran yang cukup besar dengan diskon, tukar tambah dan lain sebagainya. Hal ini lalu membuat kebanyakan orang melupakan bahwa sebuah UPS haruslah dibeli berdasarkan beban dari perangkat elektronik yang dibackup. Ketika hal ini tidak dilakukan, maka perangkat tersebut tidak akan berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Dan tentu saja Anda mengeluarkan biaya yang percuma.
Maka dari itu, setidaknya perhatikan tiga hal ini sebelum Anda membeli sebuah UPS.
Ketahui beban perangkat UPS
Ketahui beban dari perangkat yang akan dikoneksikan ke UPS tersebut. Apakah beban tersebut termasuk yang kritis atau tidak kritis. Pengertian beban krtis tersebut adalah beban yang tidak boleh ada sedikitpun pada sumber listriknya. Contohnya saja seperti beberapa perangkat yang tidak boleh down seperti server komputer, alat laboratorium, alat medis, pemancar radio, pemancar tv dan peralatan lainnya yang tidak bisa langsung hidup apabila mengalami mati total.
Sementara beban yang tidak kritis merupakan beban standar atauu sehari-hari yang tidak memerlukan penanganan sumber listrik yang baik. Contohnya saja seperti komputer rumahan, workstation, televisi dan lain sebagainya. Selama tegangan sumber listrik masih dalam batas yang umum digunakan pada peralatan elektronik kira-kira 180 Vac s/d 240 Vac beban akan bekerja normal.
Pilih UPS Online Atau Offline
Setelah mengetahui beban kritis ataupun tidak, lalu kita bisa menentukan UPS jenis apa yang dibutuhkan. Jika beban kritis tentu saja sebaiknya Anda mempertimbangkann untuk memiliih UPS online. Hal tersebut lantaran output UPS online akan sangat stabil baik tegangan, frekuensi maupun bentuk gelombangnya, dan gelombang yang dihasilkan dari ups online ini berbentuk sinusiodal (Sine Wave).
Hal lain yang membuat kita memilih UPS jenis ini lantaran tidak adanya tranfertime (perpindahan waktu) dari mode line PLN ke baterai, ataupun sebaliknya dari mode batere ke mode line PLN (sumber listrik utama) ketika terdapat mati listrik.
Dan kalau beban kita tidak kritis kita dapat memakai UPS offline / stand jika sumber listriknya stabil. Ataupun jika sumber tegangan listriknya naik turun dapat menggunakan UPS line interaktive. Kedua ups ini pada saat terjadi mati listrik terdapat transfer time, beban yang terpadasang pada ups jenis ini secara umum akan tetap hidup, walaupun terdapat resiko restart pada perangkat yang digunakan.
Itulah tadi beberapa saran yang perlu Anda ketahui sebelum memilih perangkat UPS. Bila memiliki pertanyaan tentang perangkat UPS yang cocok dengan kebutuhan Anda, segera hubungi call center kami via whatsapp, chat, ataupun email yang tersedia.
Anda juga dapat klik disini untuk melihat rekomendasi UPS yang mungkin sesuai dengan kebutuhan anda
Kami siap membantu Anda menemukan perangkat UPS terbaik dari APC by Schneider Electric yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
- Published in Berita

