Ada kalanya sebuah perangkat listrik digunakan dalam waktu yang tidak sebentar. Sebuah pc kantoran misalnya, dipakai dalam 8 jam kerja, sementara pc data center berjalan terus setiap waktu. Ketika melengkapi perangkat komputer tersebut dengan sebuah UPS, tentu harus ada perawatan yang dilakukan. Agar perangkat dapat terus berfungsi secara normal.
Jenis UPS
Ada berapa macam jenis ups yang tersedia di pasaran? di artikel kali ini kami akan membahas berbagai jenis UPS yang tersedia, dan dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu. Banyaknya jenis dan tipe UPS kadang membuat bingung untuk memutuskan mana yang tepat untuk industry Anda. Umumnya UPS diidentifikasi menjadi 2 tipe, standby dan online. Tapi sebenarnya ada 5 jenis UPS yang tersedia di pasaran, lho. Yuk simak 5 tipe UPS yang wajib Anda ketahui!
- UPS Standby
UPS standby adalah jenis yang paling umum digunakan untuk komputer desktop. Dalam diagram blok yang diilustrasikan pada gambar di samping ini.
Transfer switch diatur untuk memilih input AC yang difilter sebagai sumber daya utama (jalur garis padat), dan beralih ke baterai/inverter sebagai sumber cadangan jika sumber utama gagal. Saat hal itu terjadi, transfer switch harus beroperasi untuk mengalihkan beban ke sumber cadangan baterai/inverter (jalur putus-putus). Inverter hanya dimulai ketika daya mati, karena itulah dijuluki “standby.” UPS standby memilliki keunggulan berupa:
- Efisiensi yang tinggi,
- Ukuran yang kecil, dan
- Harga yang murah
Dengan filter dan sirkuit lonjakan yang tepat, sistem ini juga dapat menyediakan filtrasi kebisingan dan penekan lonjakan yang memadai.
- The Line Interactive UPS
Adalah desain yang paling umum digunakan untuk UPS bisnis UMKM, Web, dan sejumlah server di departemen pemerintahan. UPS ini memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dan kemampuan menyesuaikan voltase yang cukup baik. Bagian Inverter (pengubah daya dari baterai ke AC) selalu terkoneksi ke output sistem UPS. Dalam keadaan normal, Inverter akan melakukan pengisian baterai. Sedangkan dalam keadaan mati listrik, transfer switch akan menutup dan mengalirkan daya dari baterai ke output UPS. Posisi Inverter yang selalu terhubung ke output UPS memberi tambahan penyaring daya. Hal inilah yang membuat Line Interactive UPS banyak digunakan untuk server dan kondisi listrik yang buruk atau tidak stabil.
UPS ini memiliki keunggulan berupa:
- Efisiensi tinggi
- Ukuran kecil
- Harga yang murah
- Tingkat kehandalan tinggi dan
- Kemampuan untuk mengoreksi kondisi rendah atau tingginya tegangan
Semua hal ini membuat jenis UPS ini dominan pada daya 0,5-5 kVA.
- Standby Ferro UPS
Standby-ferro UPS adalah tipe UPS yang paling dominan untuk tegangan listrik antara 3-15kVA. Desain ini memiliki special saturating transformer yang terdiri dari 3 gulungan (power connection). Jalan dari daya utama menuju output adalah dengan melalui Input AC menuju ke transfer switch lalu menuju ke transformer. Ketika sumber listrik utama padam, transfer switch akan terbuka dan inverter akan mengambil alih kerja sebagai penyuplai daya.
Di dalam desain UPS standby-ferro, inverter selalu berada dalam posisi mode siaga dan menyalurkan daya ketika listrik utama mati. Transformer memiliki spesial “ferro-resonant” sebuah kemampuan yang mampu menghasilkan voltase yang rendah dan gelombang output “shaping”. Isolasi dari daya listrik utama membuat ferro transformer menjadi filter terbaik dibandingkan filter apapun. TAPI, ferro transformer sendiri menghasilkan hasil output yang memiliki distorsi dan transients. Tentunya hal ini menyebabkan listrik yang dihasilkan berbeda dengan daya listrik utama. Sistem standby-ferro UPS biasanya termasuk on-line unit. Mengapa demikian?
Meskipun sistem ini memiliki transfer switch, tapi inverter yang beroperasi dalam mode siaga dan mampu menghasilkan transfer daya yang cukup besar ketika sumber utama padam, menjadikannya termasuk dalam desain on-line UPS.
Sistem ini memiliki keunggulan dalam segi :
- Ketahanan, dan
- Mampu melakukan filtering dengan sangat baik.
Bagaimanapun juga desain ini memiliki efisiensi yang rendah ditambah lagi sistem ini tidak support dengan beberapa generator dan sumber daya yang baru. Hal ini membuat pamor dari sistem Standby-ferro UPS menurun.
- Double conversion on-line UPS
Ini adalah UPS paling banyak digunakan untuk tegangan sebesar 10kVA. Block diagram dari sistem ini diilustrasikan seperti gambar di bawah. Sistem ini hampir sama dengan sistem standby/siaga, kecuali mengenai jalur daya listrik utama yang berjalan. Meskipun hampir sama dengan sistem siaga/standby, teknologi ini termasuk dalam desain on-line UPS.
Dalam desain double conversion on-line, padamnya sumber daya utama tidak mengakibatkan transfer switch aktif, hal ini terjadi karena input AC melakukan charging ke dalam backup baterai yang mampu menghasilkan daya untuk disalurkan ke output inverter. Oleh karena itu, ketika sumber daya utama padam, hasil dari operasi double conversion tidak membutuhkan waktu untuk menyalurkan daya cadangannya.
Pada desain ini, baik pengisi baterai dan inverter mengkonversi sumber daya yang masuk, sehingga menyebabkan efisiensinya menurun dan menciptakan panas yang berlebih. UPS dengan sistem ini mampu menghasilkan daya yang hampir mirip dengan daya utama. Tetapi desain yang konstan pada komponen penghasil daya menurunkan ketahanan pada desain ini dibanding desain yang lainnya. Konsumsi energi listrik secara berlebihan juga membuat pemborosan.
- Delta Conversion Online UPS
Yang terakhir adahal Delta Coversion Online UPS, merupakan bentuk teknologi konversi ganda (Double Conversion) yang telah diperbarui dan tersedia dengan daya 5kVA hingga 1.6MW. UPS ini memiliki kemiripan dengan tipe Double Conversion, tipe ini menggunakan inverter untuk selalu memasok voltase. Saat pasokan daya terputus/mati, tipe ini melakukan hal yang sama dengan tipe Double Conversion.
Delta Conversion memiliki dua fungsi, yang pertama adalah untuk mengendalikan karakteristik daya yang masuk. Sedangkan fungsi yang kedua adalah untuk mengendalikan arus pada input untuk mengarahkan proses pengisian pada sistem baterai. Keunggulan tipe ini adalah:
- Meminimalisir energi yang terbuang
- Kompatibilitas tinggi terhadap beragam jenis generator, dan
- Mengurangi kebutuhan akan penggunaan kabel.
Demikian penjelasan berbagai macam UPS yang ada di pasaran.Tim kami akan membantu Anda untuk menentukan UPS mana yang paling pas untuk memenuhi kebutuhan Anda.
- Published in Berita
5 Cara Mudah Merawat UPS
UPS atau uninterruptible power supply merupakan sebuah perangkat yang menjadi backup sumber listrik dari perangkat yang penting kita gunakan sehari-hari. Seperti halnya sebuah perisai, UPS melindungi sebuah perangkat dari gangguan kelistrikan mulai dari gangguan daya, hingga pemutusan daya dari PLN.
Contohnya saja, ketika kita sedang asyik mengerjakan tugas kuliah atau skripsi, tiba-tiba listrik dari PLN mati. Apabila kita menggunakan sebuah UPS yang tidak terawat, maka tidak heran apabila UPS tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan kita harus kehilangan tugas dan pekerjaan yang sedang kita kerjakan.
Ketika hal ini terjadi, maka sudah Anda sudah harus memperkirakan hal tersebut dengan melakukan perawatan berkalan pada perangkat UPS yang digunakan. Ada banyak hal sederhana yang dapat dilakukan untuk merawat sebuah UPS. Bila Anda melakukah hal ini, bisa jadi perangkat UPS tersebut dapat dipakai hingga beberapa tahun yang akan datang.
Selalu Cek Ketersediaan Baterai UPS
Sama seperti saat membeli sebuah perangkat elektronik baru, ketika membuat sebuah UPS baru, jangan lupa untuk memastikan terlebih dahulu ketersediaan baterai yang ada pada sebuah UPS. Bila kosong atau kurang dari setengah, isi ulang daya dengan durasi 8 hingga 12 jam agar UPS dapat memiliki performa yang baik.
Jangan sampai ketika ingin dipakai lalu terjadi gangguan listrik. UPS tersebut menjadi rusak atau tidak bisa bekerja lantaran daya yang tersimpan tidak mencukupi.
Pakai UPS Sesuai Spesifikasi
Sebelum membeli sebuah UPS, kita harus mengetahui terlebih dahulu spesifikasi perangkat yang akan kita gunakan dalam menggunakan UPS. Pastikan bahwa spesifikasi dan beban yang ada memiliki konfigurasi yang pas. Jangan sampai pemakaian beban melebihi batas dan akan mengakibatkan resiko yang fatal. contohnya saja seperti baterai UPS yang cepat drop atau bocor.
Dalam hal ini, kamu bisa melakukan pencegahan.Salahsatunya memastikan bahwa beban dari perangkat UPS tersebut tidak sampai setengah dari kapasitas yang tertera. Contohnya saja, jika memakai UPS dengan kapasitas maksimal hanya 900 watt, gunakan perangkat-perangkat yang memiliki angka beban maksimal hingga 450 watt.
Beri Jeda Waktu
Berikan jeda waktu sekitar 1 menit saat mematikan, kemudian menyalakan kembali UPS yang kamu pakai. Cara pemakaian seperti ini akan menghindari terjadinya kerusakan komponen karena perpindahan arus listrik yang cepat. Mematikan atau menghidupkan UPS secara tiba-tiba akan membuat UPS jadi cepat rusak.
Pun saat listrik padam, komputer yang dilengkapi UPS akan tetap menyala dengan cadangan daya yang dialirkan dari UPS. Pada saat ini secepatnya simpan pekerjaan yang sedang dikerjakan pada komputer lalu matikan dengan cara yang normal.
Periksa Posisi UPS
Salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh banyak orang adalah meletakkan perangkat UPS di sudut dekat tembok yang pengap ataupun belakang komputer. Hal ini tentu saja kurang tepat dan dapat memangkas usia dari UPS.
Hal itu karena seperti perangkat elektronik yang lain, UPS memerlukan sirkulasi udara yang baik. Maka dari itu alangkah baiknya apabila kita merawat perangkat tersebut dan meletakkannya pada tempat yang memiliki kualitas udara yang baik serta tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Cabut Stop Kontak bila Tak Digunakan
Ketika UPS sedang tidak digunakan, apalagi untuk jangka waktu lama, disarankan sebaiknya untuk cabut stop kontak untuk menghindari panas yang terjadi secara terus menerus. Langkah ini juga berfungsi untuk menghindari panas terhadap stop kontak listrik UPS.
Apakah kamu sudah menerapkan tips ini di rumah? Kalau belum semoga tidak terlambat yah agar perangkat kamu tidak cepat rusak. Selamat mencoba!
- Published in Berita

