SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

Want an easier way to log in?

Log in faster without a password.

Email Magic Link

Use Your Passkey

Or

Log in with your password

Log in without a password

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

APC UPS

  • PRODUK
    • UPS
      • Easy UPS
      • Easy UPS 3S
      • Easy UPS 3M
      • Easy UPS 3L
      • Easy UPS 3 Phase Modular
      • Easy UPS 3S Pro
      • Backup UPS
      • Back UPS Pro
      • Smart UPS (Line Interactive)
      • Medium-Smart-Online
      • EASY UPS ONLINE
      • SRT & Li-Ion
      • SMV
      • GALAXY VS
      • GALAXY VL
      • GALAXY VX
      • GALAXY VXL
    • Server Racks and Accessories
      • APC Easy Rack
      • APC NetShelter SX Enclosures
      • APC NetShelter Wall-mount Enclosures
      • APC NetShelter SX Advanced Enclosures
    • Power Distribution
      • Rack Power Distribution
    • Data Center Software
      • Monitoring and Control
      • Modelling and Planning
      • Operations
      • Software Services
    • Prefabricated Data Center Modules
      • Cooling Modules
      • Power Modules
      • IT Modules
    • Cooling
      • Room Air Conditioners
      • Close Coupled Air Conditioners
      • Chillers
      • Containment and Air Distribution
      • Modular Access Floor
      • Cooling Distribution and Piping
      • Air Economizers
    • Surge Protection and Power Conditioning
      • Surge Protection Devices
      • Voltage Regulators
    • Networking and Cable Solutions
      • Networking Cables and Adapters
    • Data Centers and Server Rooms and Network Closets
      • InfraStruxure for Server Rooms and Network Closets
      • Modular Systems
    • Symmetra
    • Accessories
      • Mobile Accessories
        • Portable Devices Charger
      • NMC
      • RBC
  • LAYANAN
    • Install
    • Operate
    • Maintenance
    • Battery Replacement Service
    • Renew
    • Extended Warranties
  • Youtube Channel
  • Contact US
  • Reseller APC
  • Blog
HUBUNGI KAMI!
  • Home
  • Posts tagged "infrastruktur IT"
 

Tag: infrastruktur IT

APC SRT002: Solusi Kabel Ekstensi Battery Smart-UPS 5/6kVA

Kamis, 08 Oktober 2026 by Davin

Mengenal APC SRT002 untuk Smart-UPS

APC SRT002 merupakan solusi krusial bagi para profesional IT yang mengelola instalasi sistem UPS berskala besar. Saat melakukan konfigurasi external battery pack, kita seringkali menghadapi tantangan terkait keterbatasan ruang. Tidak jarang, jarak antara unit UPS utama dan kabinet baterai tidak ideal karena keterbatasan rak atau desain ruangan.

Dalam kondisi tersebut, APC SRT002 hadir sebagai kabel ekstensi yang dirancang khusus oleh Schneider Electric. Produk ini memungkinkan fleksibilitas penempatan perangkat tanpa mengorbankan keamanan sistem. Dengan panjang kabel mencapai kurang lebih 4,6 meter, Anda memiliki ruang gerak yang cukup untuk mengatur tata letak data center atau ruang server dengan lebih rapi.

Fungsi Utama APC SRT002

Fungsi utama dari kabel ini adalah memberikan kebebasan posisi antara unit Smart-UPS dan battery pack. Tanpa kabel tambahan, instalasi seringkali menjadi kaku dan terpaksa menumpuk perangkat di satu area yang sempit. Hal ini tentu saja menyulitkan akses teknisi saat melakukan pemeliharaan rutin.

Dengan menggunakan APC SRT002, Anda dapat memisahkan lokasi kabinet baterai ke sisi lain ruangan atau rak yang berbeda. Fleksibilitas ini sangat membantu dalam manajemen aliran udara dan akses kabel di dalam ruangan server. Secara teknis, kabel ini beroperasi pada sistem 192VDC, menjadikannya komponen vital yang harus sesuai dengan spesifikasi unit UPS Anda.

Kapan Anda Membutuhkan Aksesori Ini?

Beberapa skenario lapangan sering mewajibkan penggunaan kabel ekstensi khusus ini. Berikut adalah kondisi yang biasanya mengharuskan pemasangan APC SRT002:

  • Keterbatasan ruang pada rak server utama untuk menempatkan baterai.
  • Layout ruangan yang mengharuskan pemisahan posisi antara UPS dan baterai.
  • Kebutuhan akses maintenance yang lebih luas untuk teknisi.
  • Penyesuaian jalur kabel agar instalasi terlihat lebih profesional dan terorganisir.
  • Kondisi spesifik ruangan yang tidak memungkinkan penempatan baterai tepat di samping UPS.

Penting: Bukan Kabel Power Biasa

Penting untuk dicatat bahwa APC SRT002 bukan merupakan kabel daya standar yang bisa dibeli di toko kelistrikan umum. Produk ini adalah kabel ekstensi khusus baterai yang dirancang untuk menangani beban tegangan DC yang tinggi. Menggunakan kabel sembarangan tentu berisiko tinggi terhadap keamanan sistem kelistrikan Anda.

Karena melibatkan sistem 192VDC, pemasangan kabel ini wajib dilakukan oleh teknisi profesional yang memahami standar keamanan Schneider Electric. Pemasangan yang salah atau tidak mengikuti prosedur dapat menyebabkan kegagalan sistem. Oleh karena itu, selalu percayakan proses instalasi dan konfigurasi kepada tenaga ahli yang berpengalaman.

Memastikan Kompatibilitas Sistem

Sebelum memutuskan untuk membeli atau memasang APC SRT002, Anda harus memastikan kompatibilitas perangkat. Tidak semua model Smart-UPS menggunakan sistem baterai yang sama. Kabel ini secara spesifik dirancang untuk jajaran Smart-UPS SRT dengan kapasitas 5kVA dan 6kVA.

Lakukan verifikasi terhadap poin-poin berikut sebelum melakukan pemesanan:

  • Pastikan model UPS adalah seri Smart-UPS SRT 5kVA atau 6kVA.
  • Periksa kesesuaian model external battery pack yang digunakan.
  • Pastikan tegangan sistem baterai adalah 192VDC.
  • Hitung jumlah battery pack yang akan dihubungkan untuk memastikan efisiensi daya.

Mengapa Kualitas Instalasi Baterai Sangat Penting?

Dalam dunia infrastruktur IT, baterai adalah jantung dari sistem UPS saat terjadi kegagalan daya utama. Kualitas instalasi kabel, koneksi yang kencang, dan jalur yang teratur akan sangat memengaruhi reliabilitas sistem jangka panjang. Penggunaan aksesori asli seperti APC SRT002 menjamin bahwa arus listrik tersalurkan dengan stabil tanpa hambatan.

Selain itu, instalasi yang rapi memudahkan proses troubleshooting di masa depan. Jika sewaktu-waktu terjadi kendala, teknisi dapat melacak kabel dengan mudah tanpa harus membongkar seluruh kabinet baterai. Investasi pada aksesori yang tepat adalah langkah cerdas untuk menghindari downtime yang tidak diinginkan.

Kesimpulan

APC SRT002 adalah solusi praktis dan aman untuk kebutuhan fleksibilitas instalasi baterai UPS kapasitas besar. Dengan dukungan teknis yang tepat dan pemilihan aksesori original, sistem UPS Anda akan bekerja lebih maksimal. Pastikan setiap komponen yang Anda gunakan memenuhi standar resmi agar performa infrastruktur IT Anda tetap terjaga.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari JPower Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

APC SRT002Battery Extension CableExternal Batteryinfrastruktur ITSmart-UPSUPS Schneider
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC AP9870: Power Cord C13 ke C14 untuk Infrastruktur IT

Rabu, 07 Oktober 2026 by Davin

Mengapa APC AP9870 Penting untuk Data Center Anda?

Dalam dunia infrastruktur IT dan server room, pemilihan komponen pendukung sering kali dianggap remeh. Banyak pengelola server fokus pada server atau switch mahal, namun melupakan kualitas kabel daya. Padahal, APC AP9870 memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas distribusi energi perangkat Anda.

Kabel ini dirancang dengan presisi untuk memastikan koneksi listrik tetap solid. Sebagai produk dari Schneider Electric, kabel ini menjamin standar keamanan tinggi. Penggunaan kabel yang tepat tidak hanya soal estetika, melainkan tentang efisiensi operasional harian.

Mengenal Fungsi Utama APC AP9870

APC AP9870 adalah power cord dengan konektor IEC C13 ke IEC C14. Dengan panjang 2,5 meter, kabel ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi tim IT dalam melakukan manajemen kabel di dalam rack. Kabel ini berfungsi untuk menjembatani perangkat IT dengan sumber distribusi daya utama.

Biasanya, teknisi menggunakan kabel ini untuk menghubungkan berbagai perangkat penting. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakannya untuk menyambungkan server ke PDU (Power Distribution Unit). Selain itu, kabel ini juga sangat ideal untuk switch, perangkat network ke UPS, serta perangkat IT lainnya yang menggunakan outlet IEC standar enterprise.

Mengapa Panjang Kabel 2,5 Meter Sangat Ideal?

Penataan kabel atau cable management di dalam server room sering menjadi tantangan besar. Jika Anda menggunakan kabel yang terlalu pendek, Anda akan kesulitan menjangkau port yang ada. Di sisi lain, kabel yang terlalu panjang justru akan memicu penumpukan kabel atau clutter.

Kelebihan panjang 2,5 meter pada APC AP9870 adalah keseimbangan yang sempurna. Anda dapat mengatur jalur kabel dengan rapi melalui jalur manajemen kabel samping. Hal ini sangat penting untuk memastikan aliran udara di dalam rack tidak terhambat. Jika sirkulasi udara lancar, risiko overheating pada perangkat keras Anda pun akan berkurang drastis.

Memahami Konektor IEC C13 dan C14

Banyak profesional IT masih sering tertukar antara kedua tipe konektor ini. Secara sederhana, konektor C13 adalah ujung female yang menempel langsung ke perangkat. Sementara itu, C14 adalah ujung male yang biasanya dicolokkan ke sumber daya seperti PDU atau UPS.

Kombinasi C13 ke C14 merupakan standar global pada ekosistem pusat data. Dengan menggunakan APC AP9870, Anda mendapatkan jaminan kompatibilitas tinggi. Pastikan perangkat Anda memang mendukung konfigurasi ini agar instalasi berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Tips Memilih Power Cord yang Tepat

Jangan asal membeli kabel daya untuk infrastruktur kritis Anda. Kualitas material menentukan usia pakai dan keamanan sistem. Ada tiga hal utama yang wajib Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli kabel power tambahan:

  • Kesesuaian Tipe Konektor: Selalu cek apakah perangkat Anda memerlukan standar IEC C13/C14.
  • Rating Listrik: Pastikan kabel mampu menangani beban arus listrik yang dibutuhkan oleh perangkat IT Anda.
  • Kebutuhan Panjang: Hitung jarak dari PDU ke perangkat Anda untuk menghindari kabel yang menjuntai tidak rapi.

Kesalahan dalam memilih kabel bukan hanya membuat instalasi tampak berantakan. Lebih dari itu, kabel berkualitas rendah berpotensi menimbulkan masalah kelistrikan saat masa maintenance rutin. Oleh karena itu, pilihlah produk original yang sudah teruji standar industrinya.

Kesimpulan

Memilih kabel power yang tepat seperti APC AP9870 adalah investasi cerdas untuk jangka panjang. Dengan kualitas material dari Schneider Electric dan panjang yang ideal, kabel ini menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan di Indonesia. Kerapian dan keamanan server room Anda dimulai dari detail terkecil seperti pemilihan power cord.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari JPower Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

APC AP9870data centerinfrastruktur ITKabel ServerManajemen KabelPower Cord C13 C14schneider electric
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC SRTG5KXLI: UPS 5kVA Terbaik untuk Infrastruktur IT

Senin, 21 September 2026 by Davin

Mengapa APC SRTG5KXLI Penting untuk Infrastruktur IT Anda?

Ketika bisnis Anda mulai berkembang, kebutuhan akan infrastruktur yang stabil menjadi prioritas utama. Satu server mungkin tumbuh menjadi beberapa unit, storage semakin besar, dan perangkat jaringan menjadi jantung operasional perusahaan. Pada titik ini, APC SRTG5KXLI hadir sebagai solusi perlindungan daya yang naik kelas.

Perusahaan modern membutuhkan lebih dari sekadar cadangan listrik sederhana. Anda memerlukan UPS yang mampu memberikan kualitas daya stabil serta menjaga sistem kritikal tetap berjalan tanpa jeda sedikit pun. Inilah peran utama UPS 5kVA dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan Anda.

Kapasitas Maksimal dengan Daya 5kW

Salah satu keunggulan utama dari APC SRTG5KXLI adalah kapasitas daya 5kVA dengan output 5kW. Artinya, UPS ini memiliki power factor satu yang sangat efisien untuk perangkat IT modern. Dibandingkan dengan teknologi lama, perangkat ini memberikan ruang operasional yang jauh lebih optimal.

Kapasitas besar tersebut memungkinkan Anda untuk melindungi berbagai perangkat sekaligus. Mulai dari server rack, storage array, core switch, hingga sistem aplikasi perusahaan yang sangat sensitif. Namun, Anda tetap perlu menghitung beban aktual dan target runtime agar investasi Anda benar-benar tepat sasaran.

Teknologi Double Conversion untuk Keamanan Maksimal

APC SRTG5KXLI menggunakan teknologi online double conversion yang menghasilkan gelombang sinus murni (pure sine wave). Sistem ini secara terus-menerus mengondisikan suplai daya sebelum diteruskan ke perangkat sensitif Anda. Hasilnya, listrik yang diterima perangkat jauh lebih bersih dan stabil.

Keunggulan utama teknologi ini adalah waktu pindah daya atau zero transfer time. Ketika listrik utama padam, sistem akan berpindah ke baterai tanpa jeda. Hal ini sangat penting untuk menjaga database, layanan virtual machine, dan sistem ERP agar tidak mengalami restart mendadak yang merugikan.

Fleksibilitas Instalasi: Rack atau Tower

Setiap ruang server memiliki tata letak yang berbeda. Untuk menyesuaikan kebutuhan ruangan Anda, APC SRTG5KXLI dapat dipasang dalam konfigurasi rack-mount maupun tower. Anda hanya perlu menyesuaikan aksesoris tambahan jika ingin memasangnya pada rak server standar.

Dari segi konektivitas, perangkat ini menyediakan 2 IEC C13, 1 IEC C19, dan koneksi hardwire. Fleksibilitas output ini memudahkan teknisi dalam mendistribusikan daya sesuai kebutuhan desain instalasi infrastruktur IT di perusahaan Anda.

Ekspansi Runtime Sesuai Kebutuhan

Kadang, durasi backup baterai standar tidak cukup, terutama jika genset memerlukan waktu untuk aktif. Untungnya, APC SRTG5KXLI memungkinkan penambahan hingga empat external battery pack tipe SRTG192XLBP4. Dengan penambahan ini, Anda bisa menyesuaikan durasi runtime berdasarkan tingkat beban kritis yang digunakan.

Monitoring Cerdas Berbasis Jaringan

Di era digital, pengawasan perangkat tidak harus dilakukan secara fisik di lokasi. Unit ini sudah dilengkapi dengan Network Management Card untuk memudahkan monitoring dari jarak jauh. Anda bahkan mendapatkan akses langganan Secure Network Management Card selama satu tahun penuh.

Kemampuan monitoring ini sangat memudahkan tim IT dalam memantau kesehatan UPS dari lokasi manapun. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan setiap potensi masalah listrik dapat diidentifikasi lebih cepat.

Kesimpulan

Bagi perusahaan yang mencari keseimbangan antara perlindungan kelas profesional dan efisiensi, APC SRTG5KXLI adalah pilihan yang sangat logis. Dengan fitur double conversion dan kapasitas 5kW, perangkat ini siap menjadi benteng utama bagi infrastruktur IT Anda.

Jika Anda sedang mencari solusi perlindungan daya yang andal untuk server atau jaringan, tim kami siap membantu. Kami akan mendampingi proses perhitungan beban, pemilihan baterai, hingga instalasi APC SRTG5KXLI agar sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari JPower Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

APC SRTG5KXLIDouble Conversion UPSinfrastruktur ITSmart-UPS OnlineUPS 5kVAUPS Server
Read more
  • Published in Berita
No Comments

APC E3SP30KHB: UPS 30kVA Andal untuk Bisnis Kritis

Kamis, 17 September 2026 by Davin
Thumbnail_APC_E3SP30KHB

Mengapa APC E3SP30KHB Menjadi Standar Baru Bisnis Kritis?

Dalam dunia bisnis modern, pertanyaan utama bagi tim IT bukan sekadar apakah perangkat APC E3SP30KHB cukup besar. Lebih dari itu, perusahaan harus memastikan sistem tetap aman saat beban kerja meningkat, kualitas listrik memburuk, atau saat UPS menjalani jadwal perawatan rutin. Keandalan adalah kunci utama kelangsungan operasional.

APC E3SP30KHB hadir sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut. Sebagai unit UPS 30kVA dengan konfigurasi 3:3, perangkat ini dirancang khusus untuk kebutuhan small data center dan aplikasi bisnis yang bersifat mission-critical. Schneider Electric menempatkan model ini sebagai penerus tangguh bagi E3SUPS30KHB yang akan segera berakhir masa komersialisasinya pada Agustus 2026.

Kapasitas 30kVA yang Dapat Dimanfaatkan Penuh

Keunggulan utama dari seri ini adalah output power factor 1. Artinya, kapasitas 30kVA mampu menyediakan daya riil hingga 30kW tanpa penurunan performa. Dengan demikian, tim IT dan fasilitas perusahaan dapat merencanakan kapasitas server, perangkat network, hingga sistem keamanan dengan lebih akurat dan mudah.

Dari perspektif kualitas daya, Easy UPS 3S Pro ini mengantongi klasifikasi VFI SS 11. Pada kondisi beban linear penuh, THDI input berada di bawah 3%. Selain itu, input power factor mencapai 0,99 saat beban berada di atas 75%. Karakteristik ini memastikan UPS bekerja secara harmonis dengan infrastruktur listrik gedung serta sistem genset tanpa menimbulkan gangguan.

Efisien untuk Operasional 24/7

UPS dengan kapasitas 30kVA biasanya bekerja terus-menerus tanpa henti. Oleh karena itu, efisiensi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan penentu biaya operasional jangka panjang. APC E3SP30KHB dirancang untuk memberikan performa maksimal dengan konsumsi energi yang minimal.

Pada tegangan 400V, perangkat ini mampu mencapai efisiensi sekitar 96% saat beban berada di level 50%. Jika diaktifkan dalam ECO Mode, efisiensinya bahkan dapat menyentuh angka 99,7%. Selisih efisiensi sekecil apapun akan berdampak signifikan pada tagihan listrik dan beban sistem pendingin di ruang server yang beroperasi 24/7.

Skalabilitas dan Redundansi untuk Masa Depan

Kebutuhan infrastruktur perusahaan seringkali berubah dengan cepat. Oleh karena itu, APC E3SP30KHB menawarkan fleksibilitas tinggi dengan kemampuan diparalelkan hingga empat unit. Fitur ini memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas daya atau membangun sistem redundansi N+1 yang krusial bagi aplikasi bisnis yang tidak boleh berhenti.

Tersedia pula opsi extended runtime bagi perusahaan yang membutuhkan durasi backup lebih panjang saat terjadi pemadaman listrik total. Integrasi dengan sistem EcoStruxure IT memudahkan administrator melakukan monitoring jarak jauh secara real-time. Model ini juga dirancang dengan konfigurasi baterai internal, sehingga sangat cocok untuk perusahaan yang memprioritaskan kerapian serta efisiensi ruang (footprint).

Siapa yang Memerlukan APC E3SP30KHB?

Investasi pada sistem daya yang tepat adalah langkah strategis. APC E3SP30KHB sangat relevan digunakan oleh berbagai sektor industri seperti:

  • Data center skala kecil dan server room perusahaan.
  • Fasilitas kesehatan yang membutuhkan suplai listrik tanpa jeda.
  • Sektor manufaktur dengan peralatan produksi sensitif.
  • Gedung komersial dan infrastruktur publik lainnya.

Sebelum memilih UPS, penting untuk melakukan load assessment yang matang. Anda perlu menghitung total kW, rencana penambahan beban di masa depan, distribusi tiga fase, hingga integrasi dengan genset. Tim ahli sangat menyarankan untuk mempertimbangkan kebutuhan konfigurasi sejak dini agar investasi Anda lebih optimal.

Kesimpulan

Memilih perangkat daya yang tepat adalah investasi untuk keamanan data dan keberlangsungan bisnis Anda. Dengan fitur efisiensi tinggi, skalabilitas, dan teknologi monitoring canggih, unit ini siap mengamankan operasional kritis perusahaan Anda dari berbagai gangguan listrik yang tidak terduga.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari JPower Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

APC E3SP30KHBBusiness Criticaldata centerinfrastruktur ITpower protectionschneider electricUPS 30kVA
Read more
  • Published in Berita
No Comments

C13 vs C19: Perbedaan dan Panduan Memilih Rack PDU

Selasa, 08 September 2026 by Davin
Thumbnail_C13_vs_C19

Memahami Perbedaan C13 vs C19 pada Rack PDU

Dalam dunia infrastruktur IT, memilih C13 vs C19 merupakan langkah krusial saat merencanakan konfigurasi Rack PDU. Banyak orang sering mengabaikan jenis outlet yang tersedia di balik rak server mereka. Padahal, pemilihan tipe konektor yang tepat sangat menentukan stabilitas daya perangkat Anda.

Kedua standar ini memiliki spesifikasi teknis yang berbeda secara signifikan. Memahami perbedaan antara keduanya membantu Anda menghindari kendala teknis saat proses instalasi. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.

Apa Itu Outlet C13?

IEC C13 adalah standar konektor yang paling umum dijumpai pada berbagai perangkat IT modern. Anda hampir pasti menemukannya pada sebagian besar server kelas standar, switch jaringan, router, hingga perangkat firewall.

Keunggulan utama dari outlet C13 terletak pada fleksibilitas dan efisiensinya. Karena ukurannya yang ringkas, produsen bisa menyematkan banyak outlet C13 dalam satu unit Rack PDU. Oleh karena itu, jika Anda memiliki banyak perangkat dengan konsumsi daya standar, tipe ini adalah pilihan paling ideal.

Mengapa Memilih Outlet C13?

  • Kompatibilitas luas dengan hampir semua perangkat IT standar.
  • Memungkinkan densitas outlet yang lebih tinggi dalam satu Rack PDU.
  • Hemat biaya untuk kebutuhan infrastruktur data center menengah.

Mengenal Outlet C19

Jika C13 adalah standar umum, maka IEC C19 dirancang untuk menangani beban yang lebih berat. Konektor ini memiliki ukuran fisik yang lebih besar dengan kemampuan mengalirkan arus listrik yang lebih tinggi dibandingkan C13.

Outlet C19 menjadi standar bagi server berperforma tinggi, blade server, serta sistem penyimpanan data (storage) berskala besar. Anda juga sering menemukannya pada perangkat UPS yang memerlukan suplai arus stabil dan kuat.

Karakteristik Utama C19

Karena kebutuhan dayanya yang masif, C19 biasanya hadir pada Rack PDU dengan kapasitas 32A atau sistem three-phase. Menggunakan C19 memastikan koneksi listrik tetap dingin dan aman meskipun perangkat berjalan di bawah beban kerja maksimal.

Perbandingan Spesifikasi C13 vs C19

Untuk memudahkan Anda dalam menentukan pilihan, berikut adalah tabel perbandingan singkat mengenai perbedaan keduanya:

Faktor C13 C19
Ukuran Konektor Kecil Besar
Kapasitas Arus Lebih Rendah Lebih Tinggi
Penggunaan Umum Server Standar, Switch High-density Server, Storage
Jenis PDU PDU Standar PDU High-density

Melihat tabel di atas, jelas bahwa C13 vs C19 tidak bisa dibandingkan secara langsung dari sisi “mana yang lebih baik”. Keduanya memiliki fungsi spesifik sesuai dengan perangkat yang akan Anda pasang di dalam rak.

Strategi Memilih Outlet PDU yang Tepat

Kesalahan umum saat melakukan sizing PDU adalah tidak melihat spesifikasi kabel daya dari perangkat IT. Sebelum memutuskan membeli, pastikan Anda melakukan audit terhadap inventaris perangkat yang ada.

Jika mayoritas perangkat Anda menggunakan standar C13, maka fokuslah pada PDU dengan konfigurasi tersebut. Namun, jangan lupa menyediakan ruang untuk perangkat dengan C19 jika Anda berencana melakukan ekspansi ke server yang lebih bertenaga di masa depan.

Kombinasi C13 dan C19

Saat ini, tren infrastruktur modern cenderung menggunakan Rack PDU kombinasi. Model ini menyediakan slot C13 dan C19 dalam satu unit yang sama. Konfigurasi ini memberikan fleksibilitas maksimal, terutama pada lingkungan data center yang dinamis.

Selanjutnya, pertimbangkan juga jumlah total perangkat. Jangan sampai total konsumsi daya melebihi kapasitas PDU itu sendiri. Selalu sisakan ruang untuk margin keamanan agar sistem kelistrikan tetap awet dan tidak mengalami *overload*.

Kesimpulan

Memilih antara C13 vs C19 bukan sekadar tentang colokan listrik. Ini adalah keputusan strategis untuk menjaga ketersediaan daya infrastruktur IT Anda. Dengan memahami spesifikasi dan kebutuhan beban perangkat, Anda dapat memaksimalkan performa server secara keseluruhan.

Jika Anda merasa kesulitan menentukan konfigurasi yang tepat, tim profesional siap membantu. Upsapc Indonesia merupakan bagian dari JPower Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

C13 vs C19data centerinfrastruktur ITKabel Power ITRack PDUServer PowerUPS APC
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Jenis-Jenis PDU untuk Rack Server dan Keunggulannya

Senin, 07 September 2026 by Davin
Thumbnail_Jenis-Jenis_PDU

Memahami Pentingnya PDU dalam Infrastruktur IT

Jenis-Jenis PDU untuk Rack Server memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas operasional perangkat IT. Power Distribution Unit atau PDU bukan sekadar kabel ekstensi biasa. Perangkat ini berfungsi sebagai tulang punggung distribusi listrik di dalam rack server Anda.

Pemilihan PDU yang tepat sangat memengaruhi efisiensi data center. Tanpa PDU yang handal, perangkat server Anda berisiko mengalami gangguan daya yang fatal. Oleh karena itu, mari kita bedah berbagai varian PDU dari APC NetShelter untuk kebutuhan bisnis Anda.

1. Basic PDU: Solusi Distribusi Listrik yang Andal

Basic PDU merupakan opsi paling mendasar namun sangat efektif. Perangkat ini mendistribusikan daya dari satu sumber ke berbagai peralatan IT secara langsung. Keunggulan utamanya terletak pada kesederhanaan operasional dan harganya yang ekonomis.

Tipe ini sangat cocok untuk rack server di kantor cabang atau ruangan jaringan kecil. Anda tidak memerlukan monitoring daya yang rumit di sini. APC menyediakan opsi pemasangan horizontal maupun vertikal (0U) dengan variasi socket C13 dan C19 yang lengkap.

2. Metered PDU untuk Monitoring Kapasitas

Apakah Anda perlu memantau penggunaan arus listrik secara real-time? Metered PDU adalah jawaban tepat untuk kebutuhan tersebut. Administrator dapat memantau beban listrik pada PDU melalui layar monitor atau antarmuka perangkat.

Selain itu, fitur alarm pada Metered PDU sangat berguna untuk mencegah overload. Anda akan menerima peringatan sebelum beban listrik melampaui batas kapasitas yang diizinkan. Hal ini secara signifikan meningkatkan uptime server Anda.

3. Switched PDU: Kontrol Maksimal di Ujung Jari

Switched PDU menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi. Anda tidak hanya bisa memantau, tetapi juga mengontrol power pada setiap outlet secara remote. Fitur ini memungkinkan Anda melakukan power cycle perangkat tanpa perlu hadir langsung di depan rak.

Selanjutnya, Switched PDU mendukung pengaturan urutan penyalaan perangkat. Dengan begitu, proses startup sistem dapat dikelola dengan aman untuk mencegah lonjakan daya mendadak (inrush current). Ini adalah investasi cerdas bagi manajemen IT modern.

4. Metered-by-Outlet: Efisiensi Data Center Tingkat Tinggi

Untuk kebutuhan data center yang kompleks, varian Metered-by-Outlet menjadi pilihan utama. Anda bisa mendapatkan data konsumsi listrik secara granular per perangkat. Informasi detail ini sangat berharga untuk proses capacity planning dan load balancing.

Jika digabungkan dengan fitur switching, varian Switched Metered-by-Outlet memberikan kontrol total bagi administrator. Varian ini sering digunakan pada lingkungan colocation di mana kepadatan perangkat sangat tinggi.

Tips Memilih PDU yang Sesuai Kebutuhan

Memilih PDU yang tepat tidak selalu berarti membeli fitur terlengkap. Evaluasilah kebutuhan infrastruktur Anda sebelum memutuskan pembelian. Jika distribusi daya sederhana sudah cukup, maka Basic PDU adalah opsi efisien.

Namun, jika Anda mengelola lingkungan dengan kepadatan tinggi, pilihlah varian dengan monitoring atau kontrol outlet. Perhatikan pula aspek teknis lainnya seperti:

  • Kapasitas voltase dan amperase listrik.
  • Jumlah dan jenis outlet (C13, C19, atau Universal).
  • Konfigurasi fase listrik (Single phase vs Three phase).
  • Opsi pemasangan pada rack server.

Kesimpulannya, pemilihan PDU yang tepat menjamin keandalan sistem IT Anda. Dengan memahami Jenis-Jenis PDU untuk Rack Server, Anda dapat memastikan infrastruktur data center tetap berjalan optimal tanpa risiko gangguan daya yang tidak perlu.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari JPower Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

APC NetShelterdata centerinfrastruktur ITpduPower Distribution UnitRack Serverupsapc
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating untuk Performa

Selasa, 11 Agustus 2026 by Davin
Thumbnail_Membagi_Beban_UPS

Pentingnya Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating

Dalam dunia infrastruktur IT, menjaga kestabil, perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply) memegang peranan yang sangat krusial. Sistem ini menjaga server, perangkat jaringan, hingga sistem produksi tetap beroperasi normal saat terjadi gangguan listrik. Namun, banyak perusahaan sering mengabaikan cara Membagi Beban UPS agar Tidak Overheating dengan benar. Padahal, performa perangkat tidak hanya bergantung pada kapasitas, tetapi juga pada distribusi beban listrik yang efisien.

Masih banyak tim IT yang menghubungkan seluruh perangkat ke satu unit UPS secara serampangan. Kondisi ini sering memicu peningkatan suhu kerja komponen internal secara drastis. Akibatnya, performa UPS menurun dan risiko kegagalan sistem meningkat tajam. Oleh karena itu, mari kita bedah mengapa pengelolaan beban menjadi kunci utama keandalan infrastruktur Anda.

Mengapa Distribusi Beban Sangat Penting?

Setiap perangkat UPS dirancang untuk beroperasi pada rentang kapasitas tertentu. Ketika beban terkonsentrasi terlalu padat, inverter dan sistem elektronik akan bekerja jauh lebih keras dari seharusnya. Inilah yang menyebabkan panas berlebih atau overheating pada komponen inti.

Schneider Electric selalu menyarankan agar pengguna tidak mengoperasikan UPS pada kapasitas maksimum secara terus-menerus. Menyediakan ruang cadangan atau headroom sangat membantu menjaga efisiensi kerja mesin. Sebagai panduan praktis, menjaga beban sekitar 80% dari total kapasitas adalah titik operasi yang ideal. Dengan menjaga rasio ini, Anda sekaligus memberikan ruang bagi lonjakan beban (inrush current) yang mungkin terjadi.

Dampak Buruk Jika UPS Terlalu Panas

Mengabaikan pentingnya membagi beban UPS agar tidak overheating dapat berakibat fatal bagi investasi IT Anda. Berikut adalah beberapa risiko nyata yang sering muncul di lingkungan data center:

  • Efisiensi Menurun: Komponen yang panas kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan optimal.
  • Usia Komponen Pendek: Sirkuit elektronik akan lebih cepat aus karena paparan suhu tinggi yang konstan.
  • Kipas Bekerja Keras: Kipas pendingin akan berputar maksimal, yang justru meningkatkan konsumsi daya.
  • Baterai Cepat Rusak: Baterai adalah komponen paling sensitif terhadap suhu panas tinggi.
  • Risiko Alarm: Sistem akan sering memunculkan notifikasi fault akibat beban yang tidak stabil.

Cara Membagi Beban UPS dengan Benar

Langkah preventif adalah kunci untuk menghindari kegagalan sistem. Berikut adalah strategi yang dapat Anda terapkan segera:

1. Kelompokkan Perangkat Berdasarkan Prioritas

Anda harus memisahkan perangkat kritikal dari perangkat pendukung. Pastikan UPS utama hanya menampung perangkat krusial seperti server, storage, firewall, dan core switch. Perangkat non-kritis sebaiknya menggunakan jalur distribusi daya yang berbeda untuk mengurangi beban pada unit UPS utama.

2. Sisakan Kapasitas untuk Pertumbuhan

Selalu sediakan kapasitas ekstra pada UPS Anda. Hal ini tidak hanya menjaga suhu tetap rendah, tetapi juga memberikan fleksibilitas saat perusahaan menambah perangkat baru di masa depan. Jangan biarkan UPS beroperasi di batas maksimum sejak hari pertama instalasi.

3. Lakukan Audit Beban Secara Berkala

Infrastruktur IT bersifat dinamis dan terus berubah. Lakukan audit beban minimal enam bulan sekali untuk memastikan bahwa kapasitas UPS masih relevan dengan kondisi aktual. Dengan audit, Anda bisa mendeteksi lebih awal jika ada potensi overloading sebelum benar-benar terjadi kerusakan.

Keunggulan Fitur Monitoring pada UPS APC

Mengapa banyak ahli merekomendasikan APC by Schneider Electric? UPS APC dilengkapi dengan fitur canggih seperti LCD Display interaktif, SmartConnect, dan Network Management Card. Fitur-fitur ini memungkinkan administrator memantau beban secara real-time langsung dari dasbor.

Melalui data tersebut, Anda dapat merencanakan distribusi daya dengan jauh lebih akurat. Membagi beban UPS agar tidak overheating menjadi jauh lebih mudah ketika Anda memiliki visibilitas penuh terhadap konsumsi listrik setiap detiknya.

Kesimpulan

Membagi beban dengan benar bukan sekadar teknik pengaturan kabel, melainkan strategi menjaga keberlangsungan bisnis. Dengan menjaga beban tetap optimal, Anda memperpanjang usia baterai, mengurangi risiko downtime, dan memastikan sistem IT perusahaan tetap andal dalam jangka panjang.

Upsapc Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Upsapc. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

data centerEfisiensi Energiinfrastruktur ITManajemen DayaOverheating UPSUPS APC
Read more
  • Published in Berita
No Comments

3 Kerugian Bila Tidak Menggunakan UPS

Senin, 28 November 2022 by akmal
kerugian pakai ups

Perangkat elektronik merupakan inti dari infrastruktur IT, dan tidak sedikit yang masih mengandalkan arus listrik dari pembangkit tenaga listrik untuk operasionalnya. Namun tentunya kita mengetahui sendiri bahwa pasokan listrik seringkali tidak stabil bahkan bermasalah hingga terjadi mati listrik atau pemadaman. Mengetahui hal tersebut, tentu sangat disayangkan apabila kita tidak memiliki solusi untuk mencegahnya, seperti menggunakan perangkat UPS. Padahal, setidaknya ada 3 kerugian apabila tidak menggunakan perangkat yang satu ini.

Infrastruktur IT dibangun bukan hanya melalui dana yang besar tetapi juga proses yang panjang. Tentu dengan adanya infrastruktur IT yang mumpuni, dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan menghasilkan keuntungan. Sayangnya, seringkali ada faktor eksternal yang sulit untuk kita perkirakan yang dapat membuat infrastruktur IT tersebut tidak bekerja dengan maksimal.  Dan keuntungan yang diharapkan, tidak jadi menghampiri perusahaan.

Kerusakan Peralatan Infrastruktur IT

Bentuk kerugian pertama yang menimpa infrastruktur IT dari pemadaman listrik yang mendadak adalah kerusakan peralatan infrastruktur IT. Beberapa komponen IT yang bisa terkena dampak kerusakan ini antara lain adalah motherboard, monitor, prosesor hingga perangkat server dikarenakan tingkat sensitivitasnya dengan pasokan listrik sangat tinggi.

Sebagai komponen yang wenghubungkan seluruh komponen penyusun pada sebuah komputer, tentu komponen seperti motherboard bisa langsung rusak ketika listrik mendadak padam. Sementara pada perangkat server, peralatan ini dapat mengalami gangguan kinerja jika terjadi gangguan listrik hingga pemadaman mendadak.  Padahal, sebuah server membutuhkan pasokan listrik yag stabil dan terus menerus. Sementara pada peralatan jaringan internet di kantor tentu akan langsung tidak berfungsi apabila terjadi pemadaman.

Dan dampaknya, akan menyebabkan kerugian berikutnya.

Kinerja Perusahaan Terhambat

Apabila kerusakan peralatan infrastruktur IT tidak bisa kita cegah, tentu yang terjadi berikutnya adalah terhambatnya kinerja karyawan dalam mengerjakan tugas hariannya. Perbaikan peralatan tersebut bisa saja berlangsung dalam waktu singkat, seperti hitungan jam saja. Atau bahkan perbaikan tersebut bisa berlangsung selama berhari-hari. Belum lagi kalau kita harus mengganti peralatan IT tersebut dengan yang baru. Tentunya dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi karena biasanya barang infrastruktur IT tidak selalu ready stock.

Hal ini tentu saja memberikan dampak berikutnya pada perusahaan.

Kerugian dari sisi Bisnis

Lantaran perannya yang begitu sentral di perusahaan. Ketika terjadi permasalahan listrik, tentu saja akan muncul kerugian dari sisi bisnis yang tidak akan bisa dihindari. Kerugian tersebut bisa diakibatkan dari berbagai macam hal, seperti kerugian bisnis karena pemadaman listrik tersebut, kerusakan aset yang harus diganti dengan aset yang baru, hingga kehilangan data, yang menyebabkan berbagai pekerjaan atau proyek tertunda hingga dibatalkan lantaran kerusakan tersebut,

UPS Solusi Permasalahan Pasokan listrik 

Tentu hal ini sangat merugikan. Tetapi sebenarnya sudah tersedia solusi yang tepat untuk perusahan Anda, yaitu Uninterruptible Power Supply (UPS). UPS sendiri adalah perangkat yang berfungsi untuk menyediakan daya listrik cadangan dan memperbaiki kualitas listrik bagi infrastruktur TI. Pada dasarnya UPS merupakan saluran listrik sementara yang dapat  menggantikan suplai tenaga listrik utama melalui dukungan baterai cadangan.

Penggunaan UPS  terutama untuk berbagai perangkat penting seperti seperti server, storage dan network adalah suatu keharusan mengingat perangkat-perangkat ini tidak boleh kehilangan daya listrik walau sedetik pun. Karena ketika kehilangan daya, maka tiga kerugian di atas yang akan dialami. Selin itu, UPS juga menjadi solusi yang tepat untuk mencegah kerusakan akibat tegangan listrik yang tak stabil pada perangkat TI di perusahaan.

Ada beberapa jenis UPS jenis yang perlu diketahui pengguna, yaitu offline UPS, online UPS atau yang dikenal dengan line-interactive UPS, serta true-online double conversion UPS.

Ketiganya memiliki perbedaan fungsi yang mendasar, terutama pada komponen untuk memperbaiki kualitas listrik dan besaran waktu perpindahan dari sumber listrik utama ke sumber listrik UPS, yaitu baterai. Misalnya, jika terjadi putus aliran listrik dari PLN, maka beban yang akan di-back-up oleh UPS adalah beban yang tergolong kritikal. Dengan begitu, ada baiknya pengguna memakai on-line Double Conversion UPS, sebab waktu perpindahannya terhitung nol detik.

Jenis UPS ini memang memiliki keunggulan yang secara otomatis langsung memasok energi cadangan yang dimilikinya pada sebuah perangkat yang terputus aliran listrik dari PLN. Jangka waktu (running time) pasokan listrik dari UPS ini sendiri dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tergantung dari terjadinya pemadaman atau gangguan listrik yang terjadi.

Butuh perangkat UPS yang dapat diandalkan untuk perusahaan Anda? Konsultasikan kebutuhan produk-produk UPS terbaik dari APC dan Schneider Electric ke sales kami di APCindonesia.id, anda juga dapat menghubungi kami lewat icon whatsapp di  bawah ini

data centerinfrastruktur ITkerugianpemadamanPLNprocessorserverUPS
Read more
  • Published in Berita
No Comments

Recent Posts

  • APC SRT002: Solusi Kabel Ekstensi Battery Smart-UPS 5/6kVA

    Mengenal APC SRT002 untuk Smart-UPS APC SRT002 ...
  • APC AP9870: Power Cord C13 ke C14 untuk Infrastruktur IT

    Mengapa APC AP9870 Penting untuk Data Center An...
  • SRV10KIL APC Easy UPS On-Line 10kVA Terbaik & Stabil

    Mengapa Memilih SRV10KIL APC Easy UPS On-Line u...
  • APC SRTG5KXLI: UPS 5kVA Terbaik untuk Infrastruktur IT

    Mengapa APC SRTG5KXLI Penting untuk Infrastrukt...
  • Thumbnail_APC_E3SP30KHB

    APC E3SP30KHB: UPS 30kVA Andal untuk Bisnis Kritis

    Mengapa APC E3SP30KHB Menjadi Standar Baru Bisn...



HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA

Isi formulir di bawah ini dan kami akan segera menghubungi Anda!

HUBUNGI KAMI

(021) 5358719 (direct line)
Email: sales@upsapc.id

SUPPORT

AKR Tower - Jl. Panjang no. 5,
Jakarta 11530 Indonesia

Open in Google Maps

SALES & MARKETING

PT. Jespro Network Rent

Jl. Kebon Jeruk Raya Komp. Kebon Jeruk Permai
Office Blok C No. 17 Jakarta 11530 Indonesia

APC UPS

© 2023 All rights reserved. By Jespro Network Rent.

TOP